Tampilkan postingan dengan label INTERNASIONAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INTERNASIONAL. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Juni 2012

'Kerusuhan di Suriah Skenario Barat Benamkan Penentang Israel'




REPUBLIKA.CO.ID, - Juru Bicara Majlis Perlemen Iran Ali Larijani menggambarkan kerusuhan yang terus berlangsung di Suriah sebagai bagian dari skema habis-habisan kekuatan global untuk menghilangkan perlawanan terhadap rezim Zionis (Israel).

"Segala kerusuhan dan kekerasan akan merugikan poros perlawanan di kawasan itu," tegas Larijani dalam pertemuan dengan Sekretaris Front Pembebasan Palestina (PFLP) Ahmed Jibril, Rabu (6/6).

"Ada skema kekuatan global di Suriah yang bertujuan untuk merusak negara independen dan pembongkaran semua jenis perlawanan terhadap rezim Zionis," katanya lagi.

Dia mencatat, bagaimanapun, revolusi populer di wilayah ini telah membuka sebuah "prospek luas dalam perjuangan melawan rezim Zionis," dan mengisolasi Israel.

Para anggota parlemen juga menekankan dukungan habis-habisan dan tanpa syarat untuk bangsa Palestina. Ia juga mencatat bahwa pendiri akhir Republik Islam Iran, Imam Khomeini telah membuka isu Palestina menjadi isu yang paling signifikan di dunia Muslim dan membuka bab baru dalam perlawanan terhadap rezim Israel.

Ahmed Jibril, menggambarkan Iran sebagai satu-satunya negara yang berdiri di samping bangsa Palestina pada saat-saat paling sulit. Suriah telah mengalami kerusuhan sejak pertengahan Maret dengan aksi teror oleh kelompok bersenjata terhadap pasukan polisi dan penjaga perbatasan Suriah di seluruh negeri

Joseph Cohen, Yahudi Fanatik yang Memeluk Islam




REPUBLIKA.CO.ID, Namanya Joseph Cohen, seorang Yahudi fanatik warga Amerika Serikat. Pada 2008 silam, demi kecintaan pada Yudaisme, ia pindah ke Israel.

Namun tiga tahun kemudian, ia masuk Islam dan berganti nama menjadi Yusuf Muhammad Khatab. Dan sejak itu pula, ia menjadi pendukung setia Hamas. Sebuah gerakan perlawanan Islam yang menentang penjajahan Israel terhadap Palestina.

Kini, Josep alias Yusuf tak ingin lagi mengucap kata Israel. Ia bahkan menyebut tanah yang diduduki Israel sebagai wilayah Palestina.

Hidayah Allah didapat Yusuf ketika ia tinggal di Kota Netivot, sebuah kawasan gurun di Israel. Saat ia berbincang dengan seorang syekh dari Uni Emirat Arab (UAE) via internet. “Saya menghabiskan waktu berjam-jam dengan Syekh, berdiskusi tentang teologi,” tuturnya ketika diwawancarai Israel TV beberapa waktu lalu.

Setelah itu, ia pun mencoba membaca Alquran, kitab suci umat Islam. Lambat-laun, pandangan Yusuf tentang Yudaisme mulai berubah. Dalam penilaiannya, Yudaisme setali tiga uang dengan rasisme.

Saat itu juga, Yusuf mengatakan pada istrinya, Luna, kalau dia ingin pindah agama, memeluk Islam. Sebagaimana dirinya, Luna juga merupakan seorang Yahudi fanatik. “Dengar sayang,” kata Yusuf. “Aku sangat mencintaimu, namun aku harus jujur padamu…”

“Aku membaca Alquran, dan sangat setuju dengan apa yang termuat di dalamnya. Dan jika harus mengatakan bahwa aku seorang Yahudi religius, maka aku adalah pembohong,” tegasnya pada sang istri.

Rupanya Luna tidak kaget dengan kata-kata suaminya. Bahkan, ia pun mendukung keputusan Yusuf dengan masuk Islam bareng-bareng, sekalian dengan anak-anak mereka.

Keluarga ini pun pindah dari Netivot ke lingkungan Arab di Yerusalem Timur. Anak-anak mereka tak lagi belajar Taurat. Padahal di sekolah, mereka termasuk murid-murid menonjol dalam pelajaran tersebut. “Kini, anak-anak belajar Alquran,” kata Yusuf.

Yusuf juga sangat mendukung Hamas. Dan ia percaya, bahwa negara Islam harus didirikan di mana Israel dan Palestina kini berada.

Kini, Yusuf tak ingin lagi dikaitkan dengan masa lalu Yahudi-nya. Ia menegaskan dirinya 100 persen Muslim. "Berbahagialah Engkau, Tuhan Allah kami," ujarnya memarodikan doa Yahudi, tetapi mengakhirinya dengan, "Untuk tidak menjadikanku seorang Yahudi."



Redaktur: Chairul Akhmad
Sumber: Islamweb.net

Senin, 28 Mei 2012

4 Rahasia Kemenangan Mursi dalam Pilpres Mesir



Hampir bisa dipastikan, capres Ikhwanul Muslimin Dr Muhammad Mursi memperoleh suara terbanyak pada pilres Mesir. Hasil perhitungan suara hingga Jum’at malam (Sabtu dini hari WIB) menempatkan Mursi pada posisi pertama dengan 25 persen suara. Meskipun masih ada 40 persen surat suara yang belum dihitung, agaknya Mursi akan maju ke putara kedua melawan Ahmad Shafik, mantan panglima angkatan udara yang diangkat menjadi perdana menteri oleh Mubarak pada hari-hari terakhir kekuasaannya.

Pencalonan Mursi sebenarnya tergolong terlambat dibandingkan calon-calon lainnya. Sebelumnya Ikhwanul Muslimin mencalonkan Khairat As Syatir, bendahara Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP) dan pengusaha sukses yang dikenal sebagai “Erdogan Arab.” Meskipun waktu kampanyenya lebih singkat daripada capres-capres yang lain, akhirnya Mursi –sebagaimana jajak pendapat menjelang pilpres- memenangkan putaran pertama.

Berikut ini adalah “rahasia” kemenangan Mursi dalam pilpres Mesir pertama pasca revolusi:

1. Soliditas Tandzim Ikhwanul Muslimin
Gerakan Ikhwanul Muslimin yang telah dikenal di Mesir sebagai gerakan Islam terbesar sekaligus paling solid dan terorganisir dinilai banyak kalangan sebagai kunci utama kemenangan Mursi. Jauh-jauh hari sebelum pilpres, begitu terdengar Ikhwan akan mencalonkan, seketika berkembang wacana bahwa siapapun calon dari Ikhwan pasti memiliki kans besar untuk menang. Meskipun Khairat As Syatir dicoret oleh Komisi Pemilihan, calon lain yang diajukan harakah pendiri FJP itu bisa ditebak akan dipilih banyak orang.

Hal itu disebabkan, selain memiliki jutaan kader yang solid menyukseskan keputusan harakah, Ikhwan juga memiliki pengaruh luas di masyarakat Mesir. Selama rezim Mubarak, suara-suara pendukung Ikhwan di kalangan grass root tidak begitu tampak karena ditekan oleh rezim yang represif dan otoriter. Dukungan mereka secara terbuka baru terlihat pasca tumbangnya Mubarak. Maka FJP pun memenangklan pemilu parlemen, dan kini Mursi mendapatkan suara terbanyak pada pilpres.

Kepiawaian Ikhwan dalam membentuk opini publik, bernegosiasi dan bekerja sama dengan organisasi Islam lain, serta citranya yang positif menjadi saham tersendiri bagi kemenangan Mursi.

2. Kader yang Militan
Jutaan kader Ikhwan adalah asset terbesar jamaah itu sekaligus faktor kemenangan Mursi. Setiap kader merasa terpanggil untuk menggalang suara dukungan kepada capres yang direstui jama’ah itu.

Keistimewaan kader Ikhwan di Mesir dibandingkan dengan kader gerakan Islam di negara lain adalah kader-kader Ikhwan selain aktif dalam gerakan dakwah juga menjadi pegiat di sejumlah organisasi profesi dan kemasyarakat yang ada. Data yang bisa dipercaya menunjukkan bahwa hampir semua organisasi profesi yang ada di Mesir dikuasai –atau setidaknya diakses- kader-kader Ikhwan. Mereka menjadi pemimpin, penggerak atau aktifisnya sehingga memudahkan mereka pada saat yang dibutuhkan seperti menjelang pilpres beberapa hari yang lalu untuk mempengaruhi anggota-anggotanya. Selain itu, secara kelembagaan, organisasi-organisasi profesi itu juga turut menggiring opini publik kea rah yang sama dengan kebijakan Ikhwan.

3. Ketokohan Mursi
Ketokohan Mursi juga memberikan andil kemenangannya dalam pilpres. Meskipun “siapapun” calon yang diusung Ikhwan memiliki kans besar untuk menang, ketokohan seorang Mursi yang menjadi ketua FJP dan dewan Mursyid Ikhwan membuat masyarakat tidak ragu untuk memilihnya.

Figur Mursi yang tawadhu’ juga menguntungkannya di hadapan organisasi Islam lain seperti Salafi Kairo. Komunitas Salafi pimpinan Muhammad Abdul Maqsud itu turut mendukung Mursi, meskipun sejumlah komunitas Salafi lainnya mendukung Abul Futuh.

4. Struktur Politik FJP dan Sayap Organisasi Ikhwan
Meskipun FJP didirikan oleh Ikhwan dan sebagian besar tokohnya adalah tokoh Ikhwan, sebagai partai politik FJP terpisah dari Ikhwan. Ada irisan yang besar antara keanggotaan FJP dan Ikhwan, namun tidak semua anggota FJP adalah aktifis ikhwan. Bahkan ada sejumlah tokoh Kristen Optik yang mendukung FJP, sehingga ia menambah ceruk pemilih di luar umat Islam. Kemenangan FJP juga turut meyakinkan public untuk ikut memilih Mursi yang “satu paket” dengannya, meskipun FJP tidak berhasil mempertahankan seluruh pemilihnya untuk memilih Mursi.

Sedangkan sayap organisasi Ikhwan yang jumlahnya sangat banyak dan tersebar di seluruh Mesir memiliki andil mengkampanyekan Mursi baik secara langsung atau tidak langsung.

Di samping empat hal di atas, ada sejumlah faktor lain yang bisa jadi lebih utama dalam kemenangan Mursi. Hal yang tidak boleh disepelekan adalah doa. Selain didoakan oleh umat Islam di Mesir, Mursi juga didoakan oleh ribuan warga Gaza. Bukankah mereka setelah shalat Hajat memohon kepada Allah pemimpin Mesir yang peduli dan memiliki perhatian untuk membela Palestina dan umat Islam? Satu yang pasti, kemenangan ini adalah bagian dari pertolongan Allah. Nasrun minallaahi wa fathun qarib. [jundijustice]
You might also like:

Capres Ikhwan Menang, Israel Ketakutan



Majalah Foreign Policy yang terbit di Amerika Serikat (AS) menyebutkan bahwa pilpres Mesir membuat pejabat Israel tidak tidur. Mereka khawatir pilpes menjadikan Mesir yang sebelumnya sahabat terkuat di Arab berubah menjadi musuh Israel, lansir Watan dikutip Hidayatullah, Ahad (27/5).

Hasil perhitungan suara yang secara resmi akan diumumkan Selasa (29/5), menempatkan Mursi di posisi pertama. Kemenangan Mursi ini semakin menambah ketakutan Israel, meskipun ia masih harus memenangkan putaran kedua untuk menjadi presiden Mesir.

Mursi merupakan capres dari Ikhwanul Muslimin, pergerakan Islam terbesar di Mesir yang dikenal sangat tegas terhadap Israel. Pada 14 April 1948, Ikhwan mengirim 10 ribu mujahid ke Palestina untuk bertempur melawan Israel. Pertempuran sengit itu membuat Israel terpukul, dan menjadikan negara Zionis itu sangat memperhitungkan kekuatan Ikhwan.

Sampai saat ini Ikhwan tetap menolak penjajahan Israel atas Palestina. Jika Mursi benar-benar terpilih menjadi presiden Mesir, Israel akan kehilangan sekutu terbesarnya dan merasa tidak aman berada di Palestina. [IK/Hdy/bsb]

Pilpres Mesir : Kandidat IM Masih Memimpin Penghitungan Suara



Islamedia - Hasil penghitungan suara Pilpres Mesir yang diawasi oleh tim pemantau regional Arab dan internasional terus berlansung. Tingkat keterlibatan pemilih hingga hari kedua mencapai 50%.

Hingga berita ini diturunkan (pukul 2:30 waktu Al-Quds), kandidat dari Partai Kebebasan dan Keadilan masih memimpin. Koresponden PIP di Mesir menyebutkan bahwa setelah 820 kotak suara dihitung dari 13.099 kotak suara, prosentasi hasilnya sebagai berikut; Muhammad Mursi (kandidar IM) memimpin dengan 31,2 persen, Abdul Mun’im Abul Fatuh 19,9%, Ahmad Syafiq 17,9%, Hamdin Shabahi 16,4% dan Amr Musa 14,6%.

Ketua KPU Mesir, Faruq Sultan menegaskan bahwa pengumuman sejumlah KPU daerah dilakukan setelah pemilihan selesai secara langsung. Dan ketua KPU akan mengumkan menyusul setelah dilakukan penghitungan usai di masing-masing daerah. Namun pengumuman resmi hasilnya akan dilakukan pada Selasa depan (29 Mei).

Sementara itu, Sekjen KPU Hatim Bagatu menegaskan dalam pernyataan persnya kemarin Kamis (24/5) bahwa sangat sulit menentukan waktu pengumuman hasil pemilihan karena tergantung kepada tingkat keterlibatan (elektabilitas) dan hasil akhir serta pengiriman hasil pemilihan kepada KPU Pusat dan dilakukan penghitungan manual kembali secara serentak. Ia memperkirakan bahwa hasilnya akan diumumkan pada Sabtu besok atau Ahad, atau mundur hingga Senin atau Selasa.

Pusat pemilihan suara yang jumlahnya mencapai 13.099 tempat dan panitianya ditutup pada Kamis kemarin waktu Kairo setelah sambutan intens dari pemilih Mesir. Para pengamat memperkirakan bahwa tingkat keterlibatan hingga pemilu berakhir akan mencapai 62 %.

Berdasarkan undang-undang pemilu setempat, jika dalam tahap awal pemilihan salah satu kandidat memperoleh suara di atas 50% makan (atau 51%) saja maka kandidat ini yang layak dan memenangkan pilpres. Jika tidak mencapai prosentase tersebut makan akan dilakukan pilpres gelombang kedua di antara dua kandidat yang tertinggi memperoleh suara. (bsyr)

Sumber : infopalestina

Kamis, 26 April 2012

Panglima Israel: Iran Tidak Buat Bom Nuklir

Liputan6.com, Jerusalem: Panglima militer Israel Letnan Jenderal Benny Gantz mencoba membantah segala tuduhan berbagai negara, termasuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas pengembangan bom nuklir yang dilakukan Iran. Ia tidak yakin jika pengayaan uranium yang digencarkan Iran adalah upaya untuk mengacaukan dunia.
Gantz berpendapat bahwa Iran adalah negara yang dipimpin oleh orang-orang rasional. Jadi, tidak mungkin jika negara tersebut mengembangkan bom yang dapat mengancam dunia.
"Iran sedang dalam proses untuk menentukan apakah mereka akan membuat bom nuklir atau tidak. Sejauh yang saya lihat, tidak ada pertanda ke arah sana," kata Gantz kepada media Haaretz, Rabu (25/4).
Pernyataan Gantz ini bertolak belakang dengan sikap para petinggi negara zionis, termasuk PM Netanyahu, yang merasa Iran sewaktu-waktu siap membuat senjata pemusnah massal sehingga harus dicegah, bila perlu dengan serangan militer.
Sementara di tempat terpisah, Netanyahu menyatakan bahwa waktu bagi sanksi ekonomi Iran hampir habis dan dunia mesti segera bertindak untuk mencegah pengembangan nuklir Iran. "Sanksi-sanksi telah berhasil menjatuhkan perekonomian Iran.
Menurut dia, sebelum dialog nuklir antara negara p5 + 1 (AS, Rusia, Prancis, Inggris, Cina, dan Jerman) dengan Iran pada 23 Mei mendatang, negara yang dipimpin Mahmoud Ahmadinejad itu akan beraksi.(RZK/ANS/CNN)

Rabu, 28 Maret 2012

Global March to Jerusalem Makin Dekat, Israel Ketakutan



Konvoi global ke Al Quds atau Global March to Jerusalem (GMJ) semakin mendekati hari H. Ratusan ribu peserta GMJ yang juga semakin dekat dengan Palestina dan jumlahnya terus bertambah, membuat Israel menunjukkan tanda-tanda ketakutan.

Rezim Zionis berupaya menghadang demonstrasi yang akan dilakukan satu juta hingga dua juta orang itu agar tidak sampai melintasi perbatasan Palestina. Seorang pejabat tinggi rezim Zionis menyatakan bahwa Tel Aviv telah memperingatkan para peserta konvoi GMJ untuk tidak melintas perbatasan Palestina pendudukan dan menekankan bahwa Israel akan menindak tegas setiap pelanggarnya.

Sementara itu, panitia GMJ kembali menegaskan bahwa Global March to Jerusalem adalah aksi damai.

"Ini merupakan sebuah gerakan rakyat dan bersifat damai untuk memprotes berlanjutnya proyek yahudisasi kota suci al-Quds," kata anggota Komite Koodinasi GMJ, Mohammad Moed.

Jika Israel bersiap mengambil tindakan militer terhadap aksi damai ini, tidak lain itu merupakan ketakutan negara zionis itu.

"Mengingat gerakan ini untuk memprotes keberadaan ilegal Zionis di kawasan, kita menyaksikan manuver-manuver gila Israel dan ancaman-ancaman mereka terhadap negara-negara di kawasan," tegas Moed.

Global March to Jerusalem merupakan aksi damai yang bertujuan untuk menyuarakan bahwa pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan Israel melalui pendudukan terhadap Al-Quds adalah kejahatan kemanusiaan. Melalui GMJ, diharapkan yahudisasi Al Quds dan praktek pembersihan etnis melalui pembangunan tembok pemisah dan pembangunan pemukiman Yahudi bisa dihentikan. Selain umat Islam yang menjadi peserta mayoritas, GMJ juga diikuti oleh kalangan non Muslim.

Beberapa hari yang lalu, Koordinator Umum GMJ, Dr. Ribhi Halum mengatakan, sekitar dua juta aktivis dari 80 negara siap menuju Al Quds, yang akan diberangkatkan dari empat negara Arab yang berdekatan dengan Palestina.

“Para delegasi internasional sudah berangkat dari negeri mereka masing-masing menuju negara-negara tersebut untuk ikut dalam GMJ yang akan diberangkatkan dari sana bertepatan dengan hari bumi Palestina yang jatuh pada tanggal 30 Maret," kata Halum. [IK/Rpb/bsb]

Senin, 19 Maret 2012

Abaikan Sanksi AS, Perusahaan Minyak Jepang Lanjutkan Kontrak dengan Iran



REPUBLIKA.CO.ID, Showa Shell Sekiyu KK, perusahaan terbesar pelanggan minyak mentah Iran di Jepang, sedang bernegosiasi dengan Teheran guna mencapai kesepakatan mengenai perpanjangan kontrak pembelian minyak mentah tahunannya.

Perusahaan yang mengoperasikan kilang penyulingan minyak terbesar kelima di Jepang itu membeli sekitar 100 ribu barel minyak mentah Iran per hari, dan telah mengirim delegasi ke Teheran untuk menandatangani kesepakatan baru dengan Perusahaan Minyak Nasional Iran (NIOC) untuk kontrak 2012.

Seorang pejabat perusahaan itu yang menolak menyebutkan nama mengatakan, Showa Shell menghadapi masalah pembayaran minyak yang dibeli dari Teheran, akibat sanksi yang dijatuhkan terhadap Iran oleh AS dan Uni Eropa.

Sumber itu menambahkan bahwa NIOC dan Showa Shell belum mencapai kesepakatan pada 2012, karena itu rincian lebih lanjut termasuk volume sedang dibahas.

Pada 20 Februari lalu, Showa Shell mengumumkan bahwa mereka akan melanjutkan impor minyak mentah dari Iran meski sanksi Barat.

Di lain pihak, Presiden Showa Shell Sekiyu KK, Jun Arai mengatakan, "(Iran) merupakan sumber penting minyak mentah bagi Jepang serta perusahaan kami, dan kami akan menunggu petunjuk pemerintah tentang masalah ini."

Sementara itu, seorang pejabat di Showa Shell mengatakan kepada Reuters bahwa perusahaan dan Shell adalah perusahaan terpisah dan masing-masing menandatangani kontrak yang berbeda dengan Iran dalam mengimpor minyak mentah dari negara itu.

Iran merupakan negara pemasok minyak mentah ke Jepang terbesar keempat dan suplai minyak dari Iran merupakan 8.8 persen dari total minyak mentah Jepang pada 2011.

Jumat, 16 Maret 2012

Khalfan: Jika Ikhwanul Muslimin Kuasai Suriah, Arab Pecah Jadi Dua

Nama Dhahi Khalfan tiba-tiba menjadi populer di dunia Islam dan internasional. Pasalnya, Kepala Kepolisian Dubai itu berkali-kali melontarkan pernyataan kontroversial tentang Ikhwanul Muslimin.

Setelah beberapa kali menyerang Ikhwan dan mengancam akan menangkap Yusuf Qardhawi, Khalfan mengeluarkan pernyataan terbaru bahwa jika Suriah dikuasai Ikhwan, maka Arab akan terbagi menjadi dua, yaitu negara yang mendukung Ikhwan dan negara yang menolaknya. Demikian lansir harian As Syuruq Aljazair, Kamis (15/3).

”Tak ada jalan lain kecuali meyakinkan Bashar bahwa jalan sudah buntu di hadapannya. Namun wajib bagi Arab untuk tidak menyerahkan Suriah ke tangan Ikhwan dan juga wajib bagi Suriah untuk tidak memberikan negaranya kepada Ikhwan. Karena jika Suriah dikuasai Ikhwan maka Arab akan terbagi menjadi dua, yang mendukung Ikhwan dan yang menolaknya,” kata Khalfan dalam wawancara panjang dengan wartawan harian itu.

Khalfan menambahkan Ikhwan dulunya adalah organisasi. Namun saat ini Ikhwan telah menjadi negara. Ketika Ikhwan menjadi negara, maka siapa yang berhubungan dengan negara-negara Ikhwan ia akan menjadi pekerjanya.

Sebelumnya, Khalfan pernah mengeluarkan pernyataan bahwa Ikhwan sangat berbahaya, melebihi Iran. Kemudian ia mengeluarkan pernyataan lagi akhir Februari lalu bahwa negara Teluk merasa terancam dengan kehadiran Ikhwan. Yang tidak kalah "mengejutkan", Khalfan pada awal bulan ini mengancam akan menangkap Ketua Persatuan Ulama Islam Internasional yang juga tokoh Ikhwan, Syaikh DR. Yusuf Qardhawi. [IK/Hdy/bsb]

Minggu, 11 Maret 2012

Gaza Gelar Pernikahan Massal 500 Pasangan Muda Hari Ini



Di tengah "kesulitan" Gaza akibat krisis listrik baru-baru ini, pemerintahan Hamas memfasilitasi para pemuda untuk mengikuti sunnah Nabi. Pemerintah yang dikepalai oleh Perdana Menteri Ismail Haniya itu menggelar pernikahan massal untuk 500 pasangan muda dari kelompok masyarakat tidak mampu, hari ini (8/3).

Selain difasilitasi untuk menikah, para suami peserta pernikahan massal juga mendapatkan bantuan pinjaman. Sampai dengan dimulainya upacara pernikahan massal nanti, pendaftaran peserta masih terus dibuka untuk memudahkan para pemuda Gaza membentuk keluarga.

Pernikahan massal yang digelar di lapangan Palestina di wilayah tengah kota Gaza itu akan langsung dihadiri PM Palestina Ismail Haniya.

Ahmad Asyqar, Dirut Dana Dukungan Pemuda Palestina yang mensponsori acara pernikahan massal itu mengatakan, bahwa sebanyak 500 pasangan hari ini akan melangsungkan akad nikah. Panitia juga terus membuka pendaftaran bagi mereka yang membutuhkan bantuan untuk melangsungkan pernikahan untuk periode beberapa bulan mendatang.

Sebelumnya, PM Palestina Ismail Haniyah memberikan dukungan bagi dana pernikahan massal berupa uang senilai satu juta dolar, untuk membantu para pemuda tidak mampu melangsungkan pernikahan. [IK/IP]

Jadi Kekuatan Ekonomi Baru di Eropa, Turki akan Gantikan Dominasi Prancis-Jerman



Perekomomian Turki yang lebih baik di kawasan Eropa, diprediksi sejumlah pengamat akan menjadi kekuatan baru bagi Eropa. Turki juga diprediksi akan menggantikan dominasi Perancis-Jerman, yang saat ini sejumlah negara telah bosan dengan 'hegemoni' kelompok itu di Uni Eropa.

Walau belum menjadi anggota Uni Eropa, letak strategis Turki di Eropa dan Asia menjadi keuntungan tersendiri. Ditambah dengan pertumbuhan ekonomi dan populasi Turki yang cukup besar, 70 juta jiwa.

"Turki dapat menjadi kekuatan ekonomi baru di Eropa menantang Perancis dan Jerman," ungkap Analis geopolitik di Pusat Studi Uni Eropa, Mustafa Kutlay seperti dilansir dari Press TV, Kamis (8/3).

Karenanya, menurut Kutlay, wajar bila Perancis dan Jerman masih bersikeras untuk tidak memasukkan Turki dalam keanggotaan Uni Eropa. Di antaranya Turki dapat mengancam dan mengambil pengaruh keduanya di badan-badan di Eropa. Keanggotaan Turki di Uni Eropa juga bisa mengubah keseimbangan kekuatan dan membentuk sebuah poros baru dengan anggota Mediterania lainnya seperti Spanyol dan Italia yang saat ini bosan dengan 'hegemoni' Perancis-Jerman, sehingga kelompok itu bisa terpinggirkan.

Masih menurut Kutlay, harapan untuk pembentukan sumbu baru ini, menjelaskan alasan utama dukungan kuat dari Italia dan Spanyol untuk menerima keanggotaan Turki di Uni Eropa.

Pertengahan tahun lalu, setelah memenangkan kembali pemilu Turki, Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan bersumpah untuk mengubah Turki menjadi negara paling kuat, modern dan stabil di kawasan. Di depan Majelis Umum ke-18 Eksportir Turki itu, Erdogan juga menunjukkan data-data kemajuan Turki yang mendukung terwujudnya visi Turki 2023.

Perekonomian Turki meningkat sejak satu dekade terakhir, pasca pemerintahan AKP tahun 2002. Kemajuan ekonomi itu juga yang disinyalir menjadi salah satu kunci kemenangan kembali AKP pada pemilu 2007 dan pemilu 2011 lalu. [IK/Rpb]

Jika Emirat Tangkap Al Qaradhawi Umat Bergerak



Islamedia - Dalam rangka menanggapi pernyataan Kepala Kepolisian Dubai, Dhahi Khalfan yang hendak menangkap Syeikh Al Qaradhawi, Dr. Mahmud Ghazlan selaku juru bicara Al Ikhwan Al Muslimun Mesir menyatakan bahwa bukan hanya Al Ikhwan, dunia Islam juga akan bergerak menentang Uni Emirat Arab jika negara itu memutuskan menahan Syeikh Al Qaradhawi, demikian lansir situs berita harian Al Fajr (7/3/2012).
Ghazlan juga menilai bahwa pernyatan penangkapan merupakan perang urat syaraf dan Uni Emirat Arab tidak akan melakukan penangkapan terhadap Syeikh Al Qaradhawi,”Jika terjadi hal itu, tidak hanya jama’ah Al Ikhwan Al Muslimun saja, namun seluruh dunia Islam akan menentang Emirat.”
Ghazlan juga menegaskan dalam keterangan persnya bahwa kritikan Al Qaradhawi terhadap Emirat sudah benar. Dan pihaknya juga menyatakan bahwa Al Ikhwan terhormat dengan memiliki kader seperti Al Qaradhawi.
hidayatullah.com

Minggu, 04 Maret 2012

Al Ikhwan Libya Siap Bentuk Partai Politik



Islamedia - Dalam rangka menghadapi pemilu Libya pada bulan Juni mendatang, Al Ikhwan Al Muslimun Libya akan membentuk partai politik, demikian lansir Al Islam Al Yaum (3/3/2012).
Amin Balhaj selaku ketua panita pembentukan partai menyatakan dalam muktamar yang dilaksanakan Jumat kemarin bahwa akan dibentuk partai baru yang mewadahi umat Islam dari berbagai macam kelompok. Ia juga menjelaskan bahwa partai tersebut berasaskan Islam.
Balhaj juga menyampaikan bahwa partai tersebut dibentuk oleh Al Ikhwan Al Muslimun beserta para tokoh independen. Saat ini nama dan pengurus belum ditentukan dan Al Ikhwan masih terus melakukan pembicaraan dengan berbagai kelompok Muslim.

Negara Teluk Takut Ikhwan Karena Dua Faktor

Kepala Kepolisian Dubai Dhahi Khalfan kembali menegaskan bahwa negara-negara Teluk merasa terancam oleh Ikhwanul Muslimin, rilis alarbiya.net, Kamis (29/2).

Wartawan Saudi Manshur An Naqaidan membenarkan apa yang disampaikan oleh Khalfan. Ketika ditanya kekuatan apa yang dimiliki Ikhwan sehingga ditakuti negara-negara Teluk, An Naqaidan mengatakan, ada dua faktor yang membuat Ikhwan berbeda dengan kelompok Islam lainnya. Yang pertama adalah kerapian organisasinya, dan yang kedua adalah keterampilan berpolitiknya.

An Naqaidan juga menyampaikan bahwa negara-negara yang tergabung dalam Mejelis Kerja Sama Negara-negara Teluk mengambil kesimpulan bahwa gerakan Ikhwan kini masuk pada fase menjalankan agenda (tanfidz, red) dan mengantarkan kepada pemerintahan seperti yang terjadi di Mesir, Tunisia, Libya dan Syiria.


Meskipun An Naqaidan menyampaikan bahwa tidak ada kelompok yang menguasai rakyat negara-negara Teluk, namun Ikhwan di wilayah tersebut tidak berbeda dengan Ikhwan di Masir dan Libya yang meyakini bahwa saat inilah waktu bagi mereka untuk sampai kepada pemerintahan.

Saudi Arabia, menurut An Naqaidan, juga termasuk negara yang merasa terancam oleh Ikhwanul Muslimin.

Ikhwanul Muslimin merupakan pergerakan Islam yang didirikan Hasan Al Banna pada tahun 1928. Bermula di Mesir, pengaruh Ikhwan terus meluas ke berbagai negara. "Arab Spring" yang masih berlangsung hingga saat ini dinilai sebagai bagian dari proyek Ikhwan. Setelah rezim-rezim diktator jatuh akibat aksi massa, kekuatan politik Ikhwan mulai tampil memenangi pemilu, seperti yang terjadi di Mesir dengan kendaraan politik Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP).

Sejumlah negara lain di Timur Tengah, seperti Tunisia dengan partai EnNahda dan Maroko dengan Partai Keadilan dan Pembangunan juga disebut-sebut sebagai perpanjangan tangan Ikhwanul Muslimin. [IK/Hdy/bsb]

Injil Berusia 1500 Tahun yang Menyebut Kedatangan Muhammad Mulai Diperebutkan



Setelah sempat disimpan selama 12 tahun oleh Pemerintah Turki dan dipublikasikan Pemerintah baru-baru ini, Injil kuno berusia 1500 yang menyebutkan kedatangan Muhammad semakin menarik minat umat Kristiani. Setelah Gereja Vatikan mengajukan permintaan resmi meneliti ke pemerintah Turki, kini giliran komunitas Kristen Syria yang mengklaim kepemilikan injil kuno tersebut.

Komunitas Kristen Syria mengklaim bahwa injil 1500 tahun itu sebagai milik komunitasnya. Melalui surat resmi, komunitas ini meminta Menteri Kebudayaan Turki, Ertugrul Gunay untuk mengembalikan kitab suci tersebut kepada mereka.

"Jika Turki tidak menyerahkannya, maka ia meminta Turki membuka akses bersama dengan membangun museum di distrik Midyat, Syria," kata Kepala Kebudayaan Komunitas Kristen Syiria, Sabo Hanna, seperti dikutip Hurriyet Daily News, Jumat (2/3).

Selain Komunitas Kristen Syria, Vatikan juga meminta secara resmi untuk memeriksa Kitab Suci tersebut. Setelah Injil kuno ini resmi dipamerkan pemerintah Turki pada beberapa hari lalu, ada sekelompok orang yang sengaja berkunjung ke Turki untuk bertemu dengan para pejabat setempat di Ankara.

Menurut mailonline, injil kuno tersebut ditulis tangan dengan tinta emas dan menggunakan bahasa Aramik. Bahasa Aramik dipercayai sebagai bahasa Yesus sehari-hari.

Injil bersampul kulit hewan itu, ditemukan polisi Turki selama operasi anti penyeludupan di tahun 2000 lalu. Injil yang fotocopy satu hamalannya dihargai 1,5 juta poundsterling itu kini disimpan di Museum Etnografi di Ankara, Turki. [IK/Rpb]

Kamis, 01 Maret 2012

Hizbullah: Invasi Militer ke Iran akan Membakar Seluruh Timur Tengah



REPUBLIKA.CO.ID, Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah Sheikh Naim Qassem memperingatkan bahwa serangan militer ke Iran akan membakar seluruh Timur Tengah. "Amerika tahu bahwa perang terhadap Iran akan membakar seluruh kawasan, tanpa mengenal batas," kata Qassem dalam wawancara dengan Reuters, Rabu (29/2).

"Israel bisa memulai perang ... tetapi tidak tahu skala konsekuensinya, dan tidak mampu mengendalikan perang tersebut," kata dia.

Para pejabat Israel baru-baru ini mengintensifkan retorika perang mengancam Iran dengan serangan militer. Setelah gelombang sanksi bertubi-tubi yang dilancarkan AS dan sekutunya terhadap Iran tidak mampu memaksa Teheran menghentikan program nuklir sipilnya.

Redaktur: Endah Hapsari
Sumber: IRIB/IRNA

Rabu, 22 Februari 2012

Makanan Halal Berkembang Pesat, Bakal Calon Presiden Perancis Marah

Industri makanan halal di Perancis berkembang pesat. Tak hanya dikonsumsi kalangan Muslim, sekolah, rumah sakit dan kantin perusahaan juga berminat dengan makanan halal. Meluasnya pangsa pasar itu memicu semakin ramainya rumah pemotongan hewan di Paris.

Partai sayap kanan Perancis yang tidak suka dengan perkembangan makanan halal itu memicu perdebatan kembali.

Bakal Calon Presiden Prancis dari Partai Sayap Kanan, Marine Le Pen, secara terang-terangang mengutuk rumah pemotongan hewan yang tunduk para aturan minoritas.

"Kami punya alasan untuk jijik," kata Le Pen seperti dikutip dari reuters.com, Selasa (21/2).


Le Pen tidak sendirian. Kelompok Hak Asasi Hewan dan Asosiasi Industri Makanan Prancis juga menuduh rumah pemotongan hewan yang mempraktekan penyelembihan secara Islam dan Yahudi tidak manusiawi.

"Polemik ini mengharuskan kita untuk menyerukan transparasi lebih," ungkap Direktur Bantuan Untuk Hewan di Rumah Pemotongan (OABA), Frederic Freund.

Jean-Francois Hallepee, yang mewakili petani sapi setempat mengatakan baru saja melakukan survei di wilayah Paris. Dalam survei itu ditemukan fakta bahwa seluruh rumah pemotongan hewan menerapkan cara penyelembihan hewan secara Islam.

Pakar Islam, Gilles Kepel mengatakan besarnya minat terhadap produk halal merupakan fenomena signifikan dalam transformasi sekaligus penegasan identitas Islam di Perancis.

Temuan Hallepee dan pernyataan Kepel menegaskan, meskipun ditolak Kanan-Kiri, makanan halal terus berkembang dan diminati di negara itu. [IK/Rpb]

Selasa, 21 Februari 2012

Yusuf Qardhawi Seru Dunia Arab Lindungi Al Aqsha


Ketua Persatuan Ulama Dunia Dr. Yusuf Al-Qardhawi yang juga ketua dewan pendiri Al-Quds Institution Internasional menyerukan dunia Arab untuk melindungi Masjid Al-Aqsha dan menghadang semua ancaman Yahudi yang akan menghancurkan Masjid itu. Seruan ini ditegaskan kembali menyusul serangan puluhan pemukim dan polisi Zionis yang menyerbu Al-Aqsha Ahad (19/2) lalu.

Qardhawi menyerukan rakyat Palestina baik yang ada di Tepi Barat maupun Jalur Gaza, bangsa Arab Mesir, Jordania, Suriah serta negara tetangga untuk melakukan intifadah melindungi Al-Aqsha dan membebaskannya dari penjajahan Zionis. Qardhawi juga memperingatkan kelompok-kelompok Yahudi radikal atas penodaan mereka terhadap Al-Aqsha, sebab Al-Aqsha adalah “garis merah” yang tidak boleh diganggu sama sekali. Zionis harus sadar, kata Qardhawi, bahwa saat ini umat Islam tidak tidur, mereka sedang mengalami musim semi Arab, dan mata telinga umat Islam selalu memantau gerak kaum Zionis.

Seperti diberitakan sebelumnya, bentrokan antara umat Islam Palestina dan Zionis tak terhindarkan ketika puluhan pemukim Zionis menyerbu masuk area masjid. Polisi Zionis yang jumlahnya cukup banyak turut mendukung aksi anarkis pemukim itu seraya melindungi mereka agar bebas beraksi di hari yang bertepatan dengan ritual Talmud.

Sebelumnya, beberapa organisasi radikal Zionis telah menyerukan untuk menyerbu Al Aqsha agar pembangunan kuil Solomon bisa dilakukan di atas puing Al Aqsha. Diantara kelompok radikal itu adalah forum wanita Haikal, yang anggotanya adalah wanita-wanita Israel. Mereka menggalang aksi penyerbuan secara terus menerus ke Al-Aqsha, dengan mengkhususkan dua hari untuk menodai masjid Al-Aqsha. Seruan provokatif itu juga disebarkan melalui jejaring sosial. Aksi forum wanita Haikal mencuat pekan lalu. [AM/IP/bsb]

Sabtu, 18 Februari 2012

Pemuda Mesir 16 Tahun Guncang Israel Lewat Facebook



Seorang pemuda yang bangga kepada pasukan bersenjata negerinya mengungkap bahwa dirinya berada di belakang pembukaan dua halaman di Facebook yang mengatas namakan Mushir Muhammad Husain Thanthari, kepala Majlis Militer Mesir dan Sami Anan, Panglima Pasukan Bersenjata Mesir.

Dia mengatakan bahwa dua halaman Facebook itu bukan resmi. Ia membuat halaman itu untuk Thanthawi dan Anan seperti yang lazim dilakukan di Facebook ketika seseorang membuat untuk orang terkenal. Namun ketika dia mengamati “kegusaran entitas Israel” terhadap apa yang ada di kedua halaman tersebut, ia ingin “memberikan pelajaran kepada intelijen Israel untuk menguji dan mengacak-acak kelemahannya dan ketakutan Israel yang langsung meminta perlindungan dari Amerika atas statemen-stamen warga Mesir yang diungkapkan dalam kedua halaman tersebut.

Sebuah sumber keamanan kemudian menegaskan bahwa tidak ada halaman khusus (resmi) di Facebook milik Mushir Husain Thanthawi dan Sami Anan.

"Lelaki Yang Mengguncang Israel"

Pemuda yang menamakan diri di Facebook sebagai “Lelaki yang Mengguncang Israel” mengatakan bahwa dirinya pemuda biasa dengan keterampilan sederhana dan usianya baru 16 tahun yang tidak memiliki pengalaman politik kecuali apa yang dia dapatkan dalam revolusi 25 Januari lalu.

Pemuda ini menantang Israel dalam halaman Facebooknya, bahwa pemuda Mesir yang mengguncang citra Israel di depan dunia Arab dan membuktikan kelemahannya (Israel). Dia mengatakan bahwa dirinya dalam waktu dekat akan melakukan tugasnya untuk mengguncang citra Israel di depan dunia barat.

Dalam halaman Facebooknya, pemuda yang tidak pernah berlatih dalam militer ini, namun berharap akan direkrut di milier mengatakan bahwa dirinya di belakang “pembukaan halaman-halaman Al-Mushir Thanthawi dan Fariq Anan. Dia menegaskan, bahwa penolakan Pasukan Bersenjata Mesir atas halaman mereka di Facebook, padahal membuat halaman khusus seseorang “karena popularitas”nya adalah wajar, adalah karena Israel takut bahwa apa yang ditulis dalam halaman itu sebagai sesuatu yang resmi.

Ia menegaskan bahwa halaman yang dia buat di Facebook dan respon Israel yang ketakutan adalah bukti betapa kecil Israel.

Kantor berita Quds Press mengutip ucapan pemuda Mesir ini bahwa Israel harus mengkalkulasi kembali kekuatan Mesir apalagi ternyata Israel ketakutan hanya karena “senjata pena”. Bayangkan jika seorang komandan Mesir sekelas Fariq Sami Hafidl Anan, pangliman pasukan bersenjata Mesir benar-benar memiliki halaman resmi di Facebook? Tukasnya. Untuk sekelas pemuda ‘kecengan’ saja Israel sudah ketakutan selama sepekan.

Tamparan Bertubi-tubi

Warga Mesir sendiri terpanah dan bahagia bukan kepalang karena “tamparan” yang dilancarkan Thanthawi dan Anan kepada Israel melalui halaman-halaman mereka di Facebook. Warga Mesir membayangkan jika halaman itu milik mereka pribadi dan semua informasi detail tentang mereka. Warga Mesir mengungkapkan di halaman tersebut kekaguman mereka terhadap sikap militer Mesir.

Ungakapan-ungkapan warga Mesir di kedua halaman Facebook itu telah membuat Israel gusar.

Pernyataan Thanthawi terakhir di halaman tersebut - yang ternyata adalah pernyataan atas nama akun “Lelaki yang mengguncang Israel”- adalah agar Israel tidak melalui “garis merah” dan agar tidak mengeluarkan ancaman yang tidak mampu merealisasikannya. Pernyataan ini sebagai respon atas statemen Israel yang menolak Mesir membuka perlintasan Rafah. Bahkan pemuda mengatas namakan Mesir menegaskan, agar Israel tidak ikut campur dalam urusan Mesir jika ingin menjaga perdamaian.

Delegasi Khusus

Sementara itu, PM Israel Benjamen Netanyahu membahas kemungkinan pengiriman delegasi khususnya Yishak Molkho ke Kairo dalam beberapa hari ke depan untuk membahas dengan pemerintah sementara Mesir dalam sikap politiknya dan sikap-sikapnya yang baru yang meresahkan Israel, terutama soal Jalur Gaza dan rekonsiliasi Palestina.

Menurut harian Israel Haaretz edisi hari Ahad kemarin (1/5), diperkirakan Molkho jika jadi ke Mesir maka akan membahas isu penting; politik rezim Mesir yang baru dan perubahan sikapnya terhadap Hamas dan perannya dalam mewujudkan rekonsiliasi Palestina yang dianggap Israel sebagai “negatif mutlak” disamping keputusan membuka perlintasan Rafah di perbatasan Jalur Gaza secara permanen. [bsyr, InfoPalestina]

Rabu, 15 Februari 2012

Sekelompok Wanita Israel Serbu Al-Aqsha Sejak Dini Hari



Bukan hanya militer dan kaum lelaki Israel yang ingin merobohkan Masjid Al-Aqsha. Kaum wanitanya pun tak kalah arogan.

Pusat informasi Al-Quds melaporkan, sekelompok wanita Israel yang terdiri dari 20 orang berusaha menyerbu Masjid Al-Aqsha sejak dini hari, Selasa (14/2). Mereka juga memprovokasi warga Zionis lainnya untuk menyerbu Al-Aqsha secara berkelanjutan.

Kelompok yang menamakan dirinya forum wanita Haikal itu dipimpin oleh dua orang Zionis Inet Zaev dan Rivka Shimon. Forum wanita Haikal menggalang aksi penyerbuan secara terus menerus ke Al-Aqsha, dengan mengkhususkan dua hari untuk menodai masjid Al-Aqsha. Seruan provokatif itu juga disebarkan jejaring sosial.

Masih merupakan bagian dari aksi wanita Zionis, rahib Eti Elyusar diisukan akan memimpin penyerangan ke masjid Al-Aqsha dalam waktu dekat dengan kawalan ketat kepolisian Israel.

Direktur pusat informasi Al-Quds, Muhammad Shadiq meminta sejumlah media, baik Al-Quds, Palestina ataupun media internasional memblow up acara ini dan menyebarkannya kepada dunia untuk menghentikan penodaan mereka terhadap Al-Aqsha. [IK/IP]


OASE

SYARIAH

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan