Tampilkan postingan dengan label NASIONAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NASIONAL. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Februari 2013

Simpati Ulama Muda Untuk PKS

Jakarta (4/2) - Ulama-Ulama muda yang tergabung dalam Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) menyampaikan simpatinya atas musibah yang dialami Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan memberikan dukungan moril agar PKS tetap berkontribusi bagi umat dan bangsa. Pengurus MIUMI Senin (4/2) sore mendatangi kantor Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, dipimpin oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) MIUMI Bachtiar Natsir.

Menurut Bachtiar, banyak dai, ulama dan intelektual kaget akan musibah yang menimpa PKS. “PKS telah banyak bekerja untuk umat, karenanya kamipun merasa punya kewajiban untuk ikut menjaga kerja-kerja tersebut”, ujarnya. Selain itu, Bachtiar juga mengingatkan umat Islam agar selalu melakukan cek dan ricek atas berita-berita yang beredar dan tidak mudah mempercayai berita yang menyudutkan umat Islam.

Kedatangan rombongan beberapa pengurus MIUMI ini langsung diterima oleh Presiden DPP PKS Anis Matta dan Bendahara Umum Mahfudz Abdurrahman. PKS, ujar Anis, menyatakan terimakasih atas simpati yang diberikan kalangan intelektual muslim dan ulama muda tersebut. Ia menyatakan, benar saat ini seluruh kader PKS sedang dalam keprihatinan yang mendalam, namun hal tersebut tidak membuat kader PKS berhenti beramal untuk kebaikan Indonesia.

Anis Matta menyatakan PKS tidak akan jatuh dalam kesedihan yang berkepanjangan. “Masa berduka sudah selesai, sekarang saatnya bekerja,” ujar Anis. Ia meminta kepada pengurus MIUMI agar tetap mendukung kerja-kerja PKS bersama masyarakat.

Anis Matta Belajar Filsafat Ludruk Emha Ainun Nadjib

YOGYAKARTA – Presiden PKS Anis Matta mengunjungi budayawan Emha Ainun Nadjib. Anis pun tak sungkan belajar filsafat ludruk pada kyai mbeling itu. Ludruk, menurut Cak Nun --panggilan akrab Emha Ainun Nadjib--, dapat mendongkrak suara PKS.


Dalam pertemuan yang mesra dan disertai gelak tawa itu Caknun memberikan dukungan moril dan motivasi kepada Presiden PKS dan jajaran-nya. “Saat ini, PKS harus berani melihat bahwa musibah itu hanya 30% buruknya, sedangkan 70% adalah karunia Allah kepada PKS,” ujar Cak Nun kepada Anis beserta pimpinan DPW PKS Yogyakarta, Jumat (8/2).

Karena itu, menurut Cak Nun, PKS harus mengubah keadaan ini menjadi berkah untuk membalikkan keadaan dan dukungan rakyat indonesia.

Mendapat masukan Cak Nun, Anis pun meminta resep agar bisa menampilkan PKS dalam bobot budaya yang lebih luas, khususnya budaya jawa yang memang menyuarakan mayoritas di Indonesia.

“Apa yang kurang dari PKS?,” tanya Anis. Cak Nun yang mendengar langsung menyambar, “PKS itu kurang Ludruk-nya,” tukasnya.

PKS, papar Cak Nun, harus membangun narasi dengan menggunakan alat budaya semacam ludruk. “Intinya, tontonan Anda harus bisa bikin orang ketawa atau nangis, sebab itu sama saja,” tambahnya.

Ratusan Warga Aceh Besar Daftar Jadi Kader PKS


Liputan6.com, Banda Aceh : Ratusan masyarakat di Kabupaten Aceh Besar menyatakan diri bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Mereka tidak terpengaruh terhadap kasus penetapan tersangka terhadap mantan presiden partai itu, Luthfi Hasan Ishaaq.

Ketua Daerah I DPW PKS Aceh Iwan Sulaiman di Banda Aceh, Kamis (7/2/2013), menyatakan, sebanyak 405 masyarakat yang berasal dari Kabupaten Aceh Besar telah menyatakan diri bergabung dengan partai tersebut.

Menurut Iwan, bergabungnya ratusan masyarakat Kabupaten Aceh Besar dengan PKS merupakan bukti bahwa masyarakat tidak terpengaruh dengan kasus yang menimpa mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq yang dijadikan tersangka oleh KPK.

Ia mengatakan, bergabungnya ratusan masyarakat di kabupaten Aceh Besar ke partai tersebut terjadi tiga hari pascapenahanan mantan presiden partai tersebut oleh KPK.

"Masyarakat tidak peduli dengan berita-berita miring terhadap PKS, mereka melihat kerja nyata kader di lapangan, dimana kader PKS selalu bersama rakyat menghidupkan berbagai aktifitas sosial, keagamaan, pendidikan, penanganan bencana serta pos ekonomi keluarga di gampong," katanya.

Iwan menambahkan, bergabungnya ratusan masyarakat tersebut juga tidak terlepas dari kerja keras kader dan kesolidan struktur PKS hingga tingkat bawah dalam menggerakkan mesin partai. "Seluruh anggota yang bergabung dengan PKS akan segera dikeluarkan KTA," katanya.

Pihaknya akan terus bekerja maksimal dan menyakinkan para konsituen yang ada di seluruh kabupaten/kota di provinsi ujung paling barat Indonesia itu dalam mewujudkan target tiga besar pada pemilihan legislatif 2014.

Jumat, 08 Juni 2012

Hati-hati, Tiga Partai Islam Akan Terdepak dari DPR




Partai Islam agaknya perlu melakukan introspeksi dan berbenah diri. Pasalnya, tiga dari empat partai Islam atau berbasis massa Islam akan terdepak dari DPR. Demikian hasil survei Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) yang menganalisis keterpilihan partai politik pada Pemilihan Umum 2014 mendatang.

Menurut koordinator survei SSS, Muhammad Dahlan, mayoritas responden memilih partai nasionalis dibanding partai agama. PDIP, Golkar, Gerindra, Demokrat, Hanura, dan Nasdem masuk dalam kategori partai nasionalis. Sedangkan PKS, PAN, PPP, dan PKB dikelompokkan sebagai partai agama (Islam).

Survei itu dilakukan pada 14-24 Mei 2012 di 33 provinsi dengan jumlah responden 2.192 orang. Hasilnya, Golkar unggul dengan raihan 23 persen. Pada posisi kedua adalah PDIP 19,6 persen. Kemudian Demokrat 10,7 persen dan Gerindra 10,5 persen. Sementara PKS meraih 6,9 persen, Nasdem 4,8 persen, PPP 3 persen, Hanura 2,7 persen, PAN 2,2 persen, PKB 2 persen, dan lainnya 0,6 persen.

Dahlan menambahkan, kalau memakai parliamentary threshold sebesar 3,5 persen, maka hanya ada 6 partai yang bisa melenggang ke DPR.

"Sementara PPP, Hanura, PAN, dan PKB nampaknya harus cuti dulu," ujar Dahlan.

Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy, mengatakan, pihaknya akan menjadikan hasil survei sebagai masukan untuk melakukan introspeksi dan evaluasi.

"Bagi PPP, survei elektabilitas parpol ibarat termometer yang menakar suhu keterpilihan pada saat dilakukan sampling. Atas hasil survei belakangan ini, PPP tentu akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan diri ke depan," kata Romahurmuziy kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/6).

Bertolak belakang dengan hasil survei di Indonesia, tren di Timur Tengah menunjukkan partai-partai Islam justru mengantongi dukungan yang signifikan sehingga mereka memenangi pemilu di sejumlah negara. Tren itu terbaca dari hasil pemilu Tunisia yang dimenangi En-Nahda, pemilu Maroko dimenangi Partai Keadilan dan Pembangunan, hingga pemilu Mesir yang baru saja terjadi dan dimenangi Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP). [JJ/Jpn/Dtk/bsb]

Hemat BBM Depok Terapkan 'One Day No Car'




[detik.com] - Jakarta One day no rice sudah beberapa waktu diterapkan oleh Pemerintah Kota Depok. Saat ini terobosan baru kembali dimunculkan. Program ini bernama 'one day no car' alias sehari tanpa mobil bagi aparatur Pemkot Depok.

"Namanya One day no car alias ODNC. Mobilnya maksudnya adalah mobil dinas. Jadi itu maksudnya adalah hari tanpa mobil dinas," ujar Wali Kota Depok, Nur mahmudi Ismail, dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (7/6/2012).

Dikatakan dia, program ini akan diujikan untuk aparatur Pemerintah Kota Depok. Pemkot Depok akan menunjukkan bahwa sehari tanpa mobil dinas itu menyenangkan dan kebijakan ini bisa dilaksanakan tanpa mengurangi pelayanan kepada masyarakat.

"Kami sepakat akan mulai Selasa depan," lanjut Nur.

Dia memaparkan kesepakatan ini muncul karena imbauan dari pemerintah pusat agar mengkonsumsi BBM non-subsidi, artinya ada dampak kenaikan konsumsi BBM aparatur pemerintah. Bila semula ada aparat pemkot yang biasa menggunakan bensin premium untuk kendaraan dinas yang hargaya Rp 4.500 maka beralih ke Pertamax yang harganya Rp 9.250. Artinya ada kenaikan konsumsi BBM oleh aparatur pemerintah.

"Kemudian ada perintah bahwa pengeluaran pemerintah harus dikurangi. Ini termasuk biaya operasional harus dikurangi. Kita berusaha mentaati kebijakan itu," sambung wali kota asal PKS itu.

Nah, di satu sisi Pemkot Depok ingin menekan pengeluaran operasional namun pelayanan publik tetap efektif. Sedangkan di sisi lain harus beralih menggunakan BBM non-subsidi. Maka itu langkahnya adalah mengurangi frekuensi penggunaan mobil dinas.

"Kalau kita lakukan semingga tak pakai mobil dinas, maka akan kurangi penggunaan BBM sampai 20 persen. Kita kan tidak gunakan satu hari dalam seminggu. Hari kerja kita kan 5 hari, nah dalam 5 hari itu ada sehari yang nggak pakai mobil dinas. Dan itu artinya bisa mengurangi pengeluaran hingga 20 persen," tutur Nur.

Dia menjelaskan seluruh aparatur Pemerintah Kota Depok telah diajak berdiskusi. Nur bersyukur semua pegawai punya semangat yang sama. Semua ingin memberi contoh kepada masyarakat luas untuk menyiapkan mental tidak menggunakan BBM non-subsidi.

"Jadi kesepakatannya, seluruh aparat kami tidak akan menggunakan premium. Kedua, melakukan gerakan tidak menggunakan mobil dinas sehari dalam seminggu," terang Nur.

Nah, saat tidak menggunakan mobil dinas, ada alternatif transportasi yang ditawarkan kepada aparat Pemkot Depok. Pertama adalah dengan berjalan kaki, kemudian naik sepeda, sepeda motor, berbagai jenis kendaraan umum seperti ojek, angkot, bus, atau kereta.

"Jika naik sepeda atau jalan kaki berarti ada pengiritan besar dan cinta lingkungan. Kalau naik sepeda motor itu murni pengiritan. Kalau pakai kendaraan umum itu selain pengiritan juga pro-job karena mendukung penciptaan lapangan kerja masyarakat lantaran transportasi umum makin laku," papar Nur.

Kamis, 26 April 2012

Gandeng Ki Manteb, Hidayat Gelar Wayang untuk Jakarta yang Humanis



JAKARTA (20/4), Hidayat Nur Wahid berharap seni-budaya yang tumbuh di Jakarta selama ini terus dikembangkan untuk membangun Jakarta yang humanis dan jauh dari budaya kekerasaan.

"Wayang dan bentuk seni-budaya lainnya telah menjadi alat oleh Walisongo dan para pejuang kemerdekaan untuk menyampaikan pesan-pesan moral dan pesan-pesan perjuangan yang efektif kepada masyarakat, yang karenanya harus dilestarikan. Seni-budaya diharapkan terus memainkan perannya dalam membentuk warga Jakarta yang humanis", ujar Hidayat.

Menurut Hidayat, berdasarkan data BPS yang ia ketahui bahwa peminat wayang telah terjadi peningkatan selama tahun 2010 yaitu sebesar 164.696 pengunjung dengan jumlah tiket pertunjukan wayang sebesar 288.582.750.

Pada tahun sebelumnya, 2009, jumlah pengunjung hanya 77.333 dengan tiket yang terjual 93.879.750.

Berdasarkan data tersebut, wayang dan bentuk seni dan budaya lainnya dapat menjadi ciri khas Jakarta sebagai kota internasional. Karena itu, Hidayat akan memperjuangkannya agar terus diberi tempat untuk berkembang menjadi instrumen sosial dalam menumbuhkan masyarakat yang berbudaya.

Dalang kondang Ki Mantep Sudarsono akan menggelar pertujukan wayang kulit semalam suntuk di Lapangan Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, malam ini pukul 22.00 WIB.

Pagelaran kesenian ini digelar sebagai wujud dukungan Ki Mantep kepada pasangan yang diusung PKS, Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini.Acara tersebut terbuka untuk umum.

"Dengan adanya dukungan dari Ki Mantep, kita ingin menunjukkan wajah pluralitas yang menyokong langkah kami," kata Hidayat ketika meresmikan Media Center Hidayat+Didik, atau dikenal sebagai 'Rumah Oranye' tadi malam.

Mantan Ketua MPR ini menjelaskan, pagelaran Wayang digelar timnya atas filosofi bersatunya kalangan Santri dan abangan. Dalam masyarakat Jawa dikenal adanya pembagian kalangan santri dan kalangan abangan. Hidayat dan kelompoknya sendiri sering dikategorikan ke dalam kelompok santri.

Ki Manteb, menurut Hidayat, mempunyai pengikut dari kalangan pecinta wayang hingga 600 ribu orang.

"Para pecinta wayang ini mungkin yang sering disebut termasuk dalam kalangan abangan. Jadi dukungan bagi kami tidak hanya datang dari kelompok santri,"pungkas Hidayat.

Selasa, 17 April 2012

Gelar Rapat, SBY Tak Undang Menteri PKS Menteri Salim Segaf Al Jufr

Menteri Salim Segaf Al Jufri tak diundang dalam rapat penanganan gempa Sumatera di Bogor.

VIVAnews - Sejumlah menteri mengikuti rapat membahas penanganan bencana gempa di Sumatera, khususnya Aceh, Senin pagi 16 April 2012. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono memimpin rapat yang digelar di Bogor, Jawa Barat itu. Namun, Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri yang terkait dengan bidang itu tak diundang.

Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, membenarkan bahwa menteri asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memang tidak diundang dalam rapat tersebut. "Memang tidak diundang sebagaimana biasa, karena mendengarkan progress penanganan Aceh dari Kepala BNPB," ujar Julian kepada wartawan.

Menurut Julian, kehadiran Salim Segaf sebagai Mensos dalam rapat itu diwakili Menko terkait. "Itu semua kepada Presiden dilaporkan oleh Menko. Apa yang sudah menjadi langkah aksi, rencana kerja, bidang dan instansi dan kementerian terkait," ujarnya.

Belakangan, hubungan PKS dengan koalisi memamng memanas. Hal itu sebagai buntut sikap PKS yang menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak dalam pembahasan UU APBN Perubahan 2012 di DPR akhir Maret yang lalu. Partai Demokrat sebagai pengusung utama SBY-Boediono ngotot minta PKS keluar koalisi. Menteri asal PKS pun terancam dipecat dari kabinet SBY.

Namun, Julian membantah tidak diundangnya Salim Segaf itu terkait isu reshuffle sebagai buntut dinamika politik di Sekretariat Gabungan itu. "Belum ada informasi mengenai kemungkinan reshuffle atau tidak," ucapnya. (eh)

Senin, 16 April 2012

PKS: SBY Anggap Rakyat yang Demo BBM Musuh Negara



KOMPAS.com - Partai Keadilan Sejahtera menganggap pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono perihal penolakan terhadap rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi adalah persoalan serius.

PKS menilai, Yudhoyono telah menempatkan semua kelompok masyarakat yang menolak kenaikan harga BBM menjadi musuh negara.

Hal itu dikatakan Ketua DPP PKS Aboe Bakar Al Habsy di Jakarta, Kamis (12/4/2012). "Saya kira itu statment yang tak elok," kata Aboe Bakar.

Aboe Bakar menyikapi pernyataan Yudhoyono yang disampaikan ketika rapat internal Partai Demokrat (PD) di Kantor DPP PD beberapa waktu lalu.

Dalam rapat internal itu, Yudhoyono selaku Ketua Dewan Pembina PD menyebut partai politik yang menolak rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bukan untuk kepentingan rakyat.

Menurut Yudhoyono, mereka ingin dirinya dan PD jatuh setelah negara collaps. Begitu pula dengan parpol yang setuju harga BBM naik namun menolak program bantuan langsung kepada rakyat. Pada akhirnya, rakyat akan marah yang kemudian akan menuntut pemerintah. Akhirnya, pemerintah akan jatuh juga.

Aboe Bakar mengatakan, kenaikan harga BBM ketika itu masih rencana. Aksi unjuk rasa di berbagai daerah hanya bentuk meyampaikan aspirasi agar pemerintah tidak menaikan harga BBM. Pihaknya mengkhawatirkan buruh dan mahasiswa yang ikut menolak harga BBM naik akan semakin marah mendengar pernyataan itu.

"Bila gerakan moral mahasiswa dan aspirasi buruh sudah dicap ditunggangi kepentingan politik, sepertinya mereka sudah terbeli. Saya kasihan sama mereka," pungkas Aboe Bakar.

J Kristiadi: "Saya belum pernah menyaksikan pengaderan partai yang memuaskan, kecuali di PKS"



Bincang-bincang Joseph Kristiadi:
"Rakyat Harus Memproduksi Pemimpin"

SAAT ini muncul penilaian, kepemimpinan nasional tersandera banyak kekuatan sarat kepentingan sehingga pemerintahan tak berjalan efektif. Semua diselesaikan dengan cara “dagang sapi”. Keadaan itu justru terjadi pada era demokratis. Untuk menguak permasalahan itu, berikut bincang-bincang Rakyat Medeka dengan Dr Joseph Kristiadi dari Center for Strategic and International Studies (SCIS) Jakarta.

Mengapa itu terjadi?

Proses demokrasi masih berjalan. Namun kebelumsuksesan demokrasi, dalam arti sukses menyentuh esensi, jangan membuat kita berpikir ke belakang dengan menyatakan, mengapa tak dikembalikan ke zaman dulu ketika negara punya power luar biasa untuk mengatur rakyat.

Semua berjalan efektif, situasi stabil. Kita jangan pernah lupa pada era lalu terjadi kekuasaan yang memonopli segala, termasuk monopoli kebenaran, tak boleh ada perbedaan dan kritik. Semua yang berani berbeda dan mengkritik dianggap kriminal, dicap subversif. Kita sudahi saja masa itu, jangan kita ulang atau bangkitkan lagi.

Novelis terkenal asal Ceko, Milan Kundera, mengatakan, “The struggle of man against power is the struggle of memory against forgetting, perjuangan melawan kekuasaan adalah perjuangan melawan lupa.“ Jangan kita lupakan masa lalu yang kelam itu.

Mengapa pemimpin saat ini tak begitu powerfull, ya demokrasi sebenarnya memang membatasi pemimpin agar tak absolut. Jadi pemimpin era ini tak bisa disamakan lagi dengan era sebelumnya. Selain itu, kita kini juga mengalami perubahan budaya.

Perubahan budaya seperti apa?

Dalam budaya kita, termasuk budaya Jawa, pemimpin ibaratnya mendapat wahyu Tuhan untuk memimpin. Tanpa wahyu sehebat apa pun, dia tidak bisa berkuasa. Wahyu juga bisa diartikan garis keturunan. Tanpa garis keturunan raja atau pemimpin, seseorang tak bisa jadi pemimpin. Jadi muncul mitos-mitos pada diri pemimpin.

Saat ini mitos-mitos itu sirna, tak ada lagi mitos ratu adil dan sebagainya. Karena masyarakat menilai pemimpin adalah orang biasa yang terpilih berdasar mood masyarakat saat pemilu untuk menjawab kebutuhan, keinginan saat itu. Mood masyarakat bisa dibentuk elite politik dengan pencitraan, dengan perjuangan keras, juga karya nyata.

Ada yang berkemampuan biasabiasa saja, tapi mood masyarakat bisa mengarah ke dia. Jadi sak-mood-e bae. Tertarik pengusaha sukses, ya milih pengusaha sebagai pemimpin. Tertarik birokrat, ya milih birokrat. Tertarik artis, ya milih artis. Tokoh muda, ya milihlah dia. Juga tak ada yang melarang mencalonkan tokoh yang tak berpengalaman politik sedikit pun.

Itu kan perubahan budaya yang sangat signifikan. Memang ada yang saat menjabat menunjukkan kualitas, namun kita tahu banyak yang korup dan mismanajemen. Namun apa pun moodrakyat saat itu, mereka pasti punya standar minimal.

Apa standar minimalnya?

Pemimpin itu harus punya pandangan tegas dan jelas, mau membawa bangsa ini ke mana. Kalau itu tak punya, pasti serba-abu-abu. Kalau itu jelas, dia dapat merumuskan tahapan untuk mencapai. Dia boleh berasal dari birokrat, purnawirawan TNI, pengusaha, artis. Tapi semua harus punya standar minimal itu.

Di sinilah perlu kontrol terhadap pemimpin. Itulah kaitan antara masyarakat yang memilih pemimpin dan masyarakat harus memberikan masukan, kritik sebagai kontrol. Bila sistem tidak demokratis, ya mekanisme kontrol tidak berjalan. Mengkritik bisa langsung dipidana. Kebenaran hanya milik pemerintah.

Namun bila sistem demokratis pun apa artinya bila kritik tidak ditanggapi. Kritik, saran, dan masukan rakyat tak membuat dia berubah ke arah lebih baik. Jadi yang perlu kita lakukan bersama adalah membuat sistem yang menjadikan pemimpin bisa membawa rakyat ke arah lebih baik.

Seperti apa sistem itu?

Sistem itu harus bisa memberikan hak kepada rakyat melalui diri sendiri atau wakilnya di parlemen untuk memberi tahu sampai mengkritik pemimpin. Tentu itu juga tergantung pada budaya negara masing-masing. Kalau rakyat sudah memberi tahu, memberi saran, masukan, sampai kritik tidak mempan, ya kita sabar sampai pemilihan berikutnya kita hukum dengan tak memilih pemimpin dan partai pendukungnya. Lalu, kita ganti orang lain sambil berharap yang baru lebih baik. Sistem itu juga menjunjung supremasi hukum. Jadi bila pemimpin melanggar hukum, dia tak berada lebih tinggi daripada hukum sehingga dengan kekuatan politiknya menindas hukum.

Yang harus ada dalam sistem itu adalah memberikan kesempatan pada rakyat untuk memproduksi pemimpin. Rakyat harus memproduksi pemimpin melalui berbagai cara, antara lain melalui partai. Partai harus menjadi institusi yang memberikan pendidikan politik bagi rakyat dan bagi kader.

Bagaimana pendidikan politik partai saat ini? Berhasilkah mendidik dan mengader?

Saya belum pernah menyaksikan pengaderan partai yang memuaskan, kecuali di Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Itu mungkin subyektif, tetapi memang seperti itu. Partai-partai saat ini tak begitu serius merekrut dan menyeleksi anak muda yang berminat berpolitik. Akibatnya, saat hendak pemilu mau mencalonbkan siapa masih bingung. Akhirnya merekrut tokoh dari luar yang punya karisma, daya jual tinggi, punya dana, demi mendapat suara.

Saya melihat PKS merekrut orang muda dan mengader dengan baik sehingga punya value, mendalami betul ideologi dan cita-cita partai dan siap memperjuangkan cita-cita itu karena begitu yakin. Cita-cita partai umumnya, bagaimana rakyat makin sejahtera, makin tak terbebani pungutan resmi dan liar yang memberatkan, bagaimana peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan di negeri ini, juga swasembada pangan.

Dalam pengaderan itu bukan hanya dikuliahi, diceramahi, serta beraktivitas sosial di masyarakat. Itu hal sekunder. Hal primer adalah bagaimana para kader mempunyai kesadaran tinggi bahwa mereka calon pemimpin yang akan mendapat amanah besar, yaitu negara dan bangsa ini. Mampulah berbuat terbaik bagi bangsa ini. Mari tingkatkan kemampuan, mengader diri.

Itu harus ditanamkan secara serius. Juga ada seleksi khusus untuk menyaring orang-orang berkualitas. Memang itu kerja keras. Bukan kerja instan. Tak hanya partai, organisasi kemasyarakatan juga bisa melakukan. Tapi partai memang perlu melakukan karena jadi pemasok atau penentu orang yang diarahkan ke parlemen, kabinet, serta pemerintahan.

Saat ini pengaderan hanya formalitas; kegiatan selesai, ya selesailah. Juga sekarang makin sedikit orang partai yang rela mati mengurus, mengader, menghidupkan partai. Kini bahkan menjadikan partai batu loncatan. Setelah itu, partai kapiran ditinggalkan.

Bagaimana dengan penilaian, saat ini kita miskin sikap kenegarawanan?

Orang muda yang saat ini di tampuk kepimpinanan sepertinya sudah terlalu jauh dari sejarah para negarawan. Kita sudah jauh dari sejarah Natsir, sejarah IJ Kasimo, dan founding fathers. Mereka saat sidang berdebat dengan gigih berdasar ideologi masing-masing, tetapi tetap menjalin hubungan harmonis, penuh nurani, kaya spiritual sebagai sesama manusia. Bisa berangkulan dan pulang bareng.

Sejarah tak pernah mengajarkan betapa penting nilai-nilai seperti itu dengan benar. Sejarah diubah untuk menonjolkan pihak tertentu dan seakan menenggelamkan nilai-nilai para negarawan pada masa lalu. Pemaknaan terhadap sejarah sangat dangkal.

Hingga kini yang muncul adalah pokoknya bisa memenuhi hasrat berkuasa, merebut kekuasaan, dengan segala cara, dengan dagang sapi, politik uang, dan melupakan perjuangan untuk kepentingan rakyat. Dengan kekuasaan bisa dengan mudah mencuri uang negara, dengan kekuasaan bisa menyandera hukum, sehingga banyak orang bermasalah dengan hukum, ingin menyelamatkan diri dengan masuk partai. Masuk partai ya dengan transaksi. Jadi ya tidak keruan seperti ini.

Itu semua rangkaian proses yang mendangkalkan demokrasi kita. Jadi bukan demokrasi sebenarnya, melainkan tak lebih transaksi para elite yang ingin mengeruk keuntungan dengan berkuasa. Ibaratnya jadi dangkal seperti pasar. Celakanya, kemerosotan sikap kenegarawanan, kejujuran, etos kerja yang sangat memalukan juga terjadi pada kehidupan riil di masyarakat. []


*sumber SUARA MERDEKA (15/4/2012) hal. 2

HNW Kembalikan PKS Berbasis Muslim Urban



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Analis politik dari Universitas Indonesia, Yon Mahmudi, mengatakan ada gejala menarik dari tampilnya Hidayat Nur Wahid dalam Pilkada DKI Jakarta. Yon menilai hal tersebut menunjukkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kembali ke watak aslinya sebagai gerakan sosial yang berbasis Muslim urban.

"Dan, nilai lebihnya adalah kehadiran para 'Relawan Hidayat' itu kini menjangkau komunitas tradisional. Itu termasuk orang-orang pinggiran," kata Yon di Jakarta, Senin.

Yon menilai sosok Hidayat Nur Wahid (HNW) yang santun dan memahami betul budaya Jawa juga menarik kalangan ulama NU kultural.

''Mereka mengundang khusus Hidayat untuk berdialog," kata Yon yang ikut menghadiri pertemuan HNW dengan Yayasan Turats Indonesia di bawah pimpinan KH Sholahuddin "Gus Sholah" Wahid dan KH Musthofa "Gus Mus" Bisri. Pimpinan Ponpes Gontor KH Abdullah Syukri Zarkasi sebelumnya menyatakan dukungan terbuka para alumni kepada Hidayat.

Yon menguraikan tantangan terberat Hidayat dan PKS adalah menjangkau sekitar 70 persen penduduk Muslim DKI. Menurut hasil sebuah survei, kata Yon, mereka itu shalatnya belum lima waktu dan kaum perempuannya belum berjilbab.

Redaktur: Didi Purwadi
Sumber: Antara

Ramadhan: Banyak Politisi Gerah pada Dahlan



VIVAnews - Wakil Sekretaris Jenderal DPP Demokrat, Ramadhan Pohan, menyatakan partainya maklum jika partai-partai lain tidak suka dengan kebijakan dan langkah Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan. Bagi Demokrat, Dahlan sudah bekerja dengan baik selama ini.

Ujung ketidaksukaan politisi tersebut, adalah rencana pengajuan hak interpelasi kepada pemerintah terkait penerbitan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN Nomor 236 Tahun 2011.

"Dahlan itu middle class darling. Publik dan kelas menengah suka gaya, karakter, dan pola Dahlan. Sebab ia lugas, apa adanya, nggak bertele-tele, anti birokrasi panjang, result oriented, anti mewah, sedikit bicara banyak kerja, dan lain-lain," ujar Ramadhan, hari ini.
Demokrat sendiri, lanjut Ramadhan, mendukung Dahlan Iskan karena kinerja yang baik membantu presiden. Tapi, imbuhnya, banyak politisi dari partai politik lain yang gerah dengan tindak tanduk Dahlan tersebut. "Maklum lah."

Namun Ramadhan tidak menjelaskan lebih rinci mengenai alasan kemaklumannya tersebut.

Sejumlah anggota DPR, khususnya dari Komisi V, menilai SK No 236/2011 ini bermasalah. Keputusan Menteri BUMN Nomor KEP-236/MBU/2011 tentang Pendelegasian Sebagian Kewenangan dan/atau Pemberian Kuasa Menteri Negara BUMN sebagai Wakil Pemerintah selaku Pemegang Saham/RUPS pada Perusahaan Perseroan (Persero) dan Perseroan Terbatas serta Pemilik Modal pada Perusahaan Umum (Perum) kepada Direksi, Dewan Komisaris/Dewan Pengawas dan Pejabat Eselon I di Lingkungan Kementerian BUMN ini bertabrakan dengan peraturan perundang-undangan di atasnya.

Setidaknya, ada empat kasus dalam SK tersebut yakni:
1. Penunjukan direksi BUMN tanpa melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), sehingga melanggar Pasal 15 UU Nomor 19/2003 tentang BUMN;

2. Penunjukkan direksi BUMN tanpa melalui Tim Penilai Akhir (TPA), sehingga mengabaikan prinsip transparansi dan akuntabilitas, seperti diamanatkan Pasal 16 UU Nomor 19/2003 tentang BUMN;

3. Pengangkatan kembali direksi BUMN yang memiliki rekam jejak negatif sebagaimana Laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Akibatnya melanggar prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), seperti diamanatkan Pasal 5 ayat (3) UU Nomor 19/2003 tentang BUMN.

4. Pengangkatan kembali direksi BUMN untuk masa jabatan ketiga kalinya, sehingga melanggar Pasal 16 ayat 4 UU Nomor 19/2003 tentang BUMN.
SK tersebut dianggap memberikan pelimpahan wewenang kepada direksi BUMN untuk melakukan penjualan aset. Akibatnya, diduga kuat, telah terjadi penjualan aset BUMN--dengan kata lain aset negara-- yang dilakukan langsung oleh direksi BUMN terkait, tanpa melalui mekanisme yang seharusnya.

Padahal, sesuai pasal 24 ayat (5) UU Nomor 17/2003 tentang Keuangan Negara dan Pasal 45 dan 46 UU No. 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara, penjualan aset BUMN harus melalui persetujuan DPR, Presiden, dan atau Menteri Keuangan, sesuai tingkat kewenangan masing-masing.

Selasa, 03 April 2012

Demokrat Melunak, PKS: Kau yang Mulai Kau yang Mengakhiri




DETIK-Jakarta PKS sampai hari ini tidak melihat ada rencana Presiden SBY mendepaknya dari koalisi. Melihat PD melunak, PKS pun merespon santai.

"Mengenai isu PKS ditendang dari koalisi ini kan isu yang di create orang PD sendiri. Jadi kalau ada rapat Setgab kita tidak diundang ya alhamdulillah, kita memang lagi repot. Kalau sekarang Demokrat melunak ya makanya kau yang mengawali kau yang mengakhiri," kata Wasekjen PKS, Mahfudz Siddik, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (3/4/2012).

PKS mengaku tak terganggu dengan desakan PD agar keluar koalisi. PKS lebih senang mensosialisasikan ke masyarakat soal sikap PKS yang menolak kenaikan harga BBM.

"Isu utama PKS itu adalah persoalan BBM. Dimana PKS secara jelas tegas di paripurna menolak rencana pemerintah menolak kenaikan harga BBM. Nah PKS menjelaskan ke masyarakat soal ini,"kata Mahfudz.

Meski PKS siap dengan kemungkinan terburuk. Yakni didepak dari koalisi dan kehilangan menteri.

"Jadi ketika PKS dalam kenaikan BBM memutuskan untuk menolak kami sudah mempertimbangkan resikonya. Termasuk resiko dicaci maki orang PD, termasuk desakan ke SBY untuk menendang PKS. Dan PKS siap dengan setiap konsekuensinya," jelasnya.

(van/gun)
Baca Juga



VIVAnews – Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, menyatakan, pemanggilan sejumlah menteri hari ini, 2 April 2012, ke kediaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas tidak terkait dengan reshuffle atau perombakan kabinet.

Ia menegaskan, pemanggilan menteri itu dilakukan terkait perkembangan pemerintahan. “Karena keterbatasan kegiatan di Istana hari ini, maka pertemuan di Cikeas,” jelas Julian.

Julian mengaku belum mendapat informasi apakah Presiden SBY akan merombak kabinet pasca “pembelotan” PKS yang menentang kenaikan harga bahan bakar minyak pada rapat paripurna DPR pekan lalu. “Reshuffle itu hak prerogatif presiden. Saya tidak bisa berkomentar,” ujar Julian.
Pasca paripurna BBM, Demokrat mendesak PKS keluar dari koalisi. Menteri-menteri PKS pun diminta keluar dari kabinet SBY.

“Kesetiaan mendukung Presiden SBY seharusnya bukanlah kesetiaan dua kaki, di mana berbeda antara janji dan kenyataan,” kata ketua DPP Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin.

Menurut dia, jika PKS melanggar makna dan komitmen sebagai koalisi, maka tidak ada gunanya lagi mereka berada dalam koalisi. “Bila ada partai politik yang tidak at home di koalisi dan seringkali berbeda pendapat, maka akan sangat terhormat jika mereka mundur dan bersikap sebagai oposisi tulen yang solutif,” tegas putra Menteri Hukum dan HAM itu, Amir Syamsuddin, itu.

PKS sendiri membantah disebut sebagai partai pengkhianat terkait langkah mereka menetang kenaikan harga bahan bakar minyak. “Itu bukan pengkhianatan atau mbalelo. Itu merupakan upaya kontrol PKS terhadap pelaksanaan koalisi dan pemerintahan,” kata Juru Bicara PKS, Mardani Ali Sera, beralasan.

Jajak Pendapat KOMPAS Menunjukkan Opsi 1 yg Dipilih PKS Didukung Luas Publik

Harian KOMPAS hari ini (Senin, 2 April 2012) memuat hasil jajak pendapat yang dilakukan Litbang Kompas terkait kebijakan pemerintah menaikan harga BBM. Berikut kutipannya...


Kebijakan menaikkan harga BBM merupakan pilihan yang berat. Selain menimbuikan implikasi sosial, besarnya gejolak politik akhirnya menjadi beban politik pemerintah. Meskipun Rapat Paripurna DPR, Jumat, 30 Maret 2O12 yang lalu, belum jadi menaikkan harga BBM per 1 April 2012, "kerusakan" sudah
telanjur terjadi.



Bola panas yang bergulir di gedung parlemen ini terbukti menggoyahkan soliditas partai-partai koalisi pemerintah berupa penolakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari arus utama parpol anggota koalisi pemerintah. Terlepas dari oportunitas masing-masing parpol untuk mengambil keuntungan pencitraan dari Rapat Paripurna DPR tersebut, sebagian besar responden (65,8 persen) menyatakan persetujuan terhadap sikap parpol-parpol itu.

Dukungan publik terhadap sikap partai politik yang menolak kenaikan harga BBM ini didasari oleh kesamaan persepsi tentang beratnya dampak sosial yang harus ditanggung masyarakat. Hasil jajak pendapat Kompas pekan sebelumnya memperlihatkan lima dari sepuluh responden menyatakan tidak siap menerima dampak kenaikan harga BBM dari sisi anggaran rumah tangga.

Dukungan serupa juga diberikan publik kepada aksi unjuk rasa mahasiswa yang menentang kenaikan harga BBM. Enam dari sepuluh responden menyatakan setuju dengan aksi unjuk rasa mahasiswa. Sebaliknya, citra kepada parpol anggota koalisi cenderung mengalami penurunan, termasuk tingkat kepercayaan publik kepada pemerintah sebagai penyelenggara negara. Itulah kerusakan sosial politik akibat kebijakan yang tak efektif. (LITBANG KOMPAS)

Rabu, 28 Maret 2012

VIDIO : Demo BBM, Ratusan Buruh Blokir Tol Baros

Ratusan buruh yang tergabung dalam forum peduli rakyat Cimahi melakukan aksi unjuk rasa dengan memblokir pintu masuk tol Baros, Cimahi, Jawa Barat. Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

VIDIO :Demo BBM, Polisi Berusaha Rampas Kamera Wartawan

Wartawan menjadi korban kekerasan oknum aparat di tengah kericuhan demo menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Selasa 27 Maret 2012. Wartawan tvOne, Adi Hartanto, mengaku oknum aparat kepolisian bertameng mendorongnya hingga jatuh. Kaset hasil rekamannya juga dirampas oleh oknum polisi tersebut.

Warga Sumatera Utara Dukung HNW Pimpin DKI

Islamedia

- Forum Masyarakat Sumatera Utara di Ibukota menyatakan dukungannya terhadap Calon Gubernur/Wakil Gubernur DKI Jakarta, Hidayat Nur Wahid (HNW)-Didik Rachbini dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta 2012.

Demikian disampaikan Plt Gubernur Sumut Gatot Pujonugroho dalam acara silaturahim dengan sejumlah perwakilan negara-negara sahabat dan tokoh masyarakat Sumatera Utara di Medan, seperti diberitakan Sumut Pos (Grup JPNN).

Lebih lanjut Gatot mengatakan, dalam waktu dekat, Forum Masyarakat Sumut DKI Jakarta akan menyelenggarakan pertemuan di Jakarta dalam menyikapi Pemilihan Gubernur DKI, Jakarta. Forum Masyarakat Sumut memandang perlu kepemimpinan berkarakter, bersih, dan menghargai kebhinnekaan di Ibukota.

’’Sosok tersebut bisa ditemukan dalam diri Doktor Hidayat Nurwahid,’’ tegas Gatot. Menurut Gatot, komunitas Sumut di DKI cukup besar populasinya sekitar delapan persen dari penduduk Jakarta. Dari sisi pengaruh, masyarakat Sumut di Jakarta memiliki peran dan pengaruh penting dalam percaturan nasional. Sehingga dukungan bagi gubernur yang bersih dan profesional bagi kepemimpinan di DKI Jakarta akan sangat besar pengaruhnya.

Sementara itu Sekretaris Bidang Politik Kedubes Australia, Julian Boweyn yang hadir dalam pertemuan tersebut menyatakan pujiannya bagi Hidayat Nurwahid yang ia nilai mewakili sosok bersih, peduli, dan profesional. Menurut Julian, tiga hal tersebut merupakan modal penting bagi semua partai politik di manapun di dunia ini.

’’Kami memandang baik PKS dan juga Hidayat yang telah banyak memberi pengaruh positif bagi perkembangan demokrasi di dunia Islam, khususnya di Timur Tengah,’’ tutur Julian.

Julian berharap, Hidayat mampu memberi warna baru dalam kepemimpinan di Indonesia, khususnya jika terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta. Sehingga bisa mewujudkan perubahan menuju masyarakat yang lebih baik dan sejahtera,’’ pungkasnya.(jpnn)

Minggu, 04 Maret 2012




Islamedia - Setelah secara resmi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyampaikan bahwa akan mengusung Triwisaksana dalam Pilkada DKI Jakarta tahun ini, giliran jaringan-jaringan massa yang akan menyatakan kebulatan tekad untuk mendukung Triwisaksana atau yang dikenal dengan panggilan Bang Sani, dalam sebuah acara akbar, Minggu (4/3) di SportMall, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kepastian dukungan masyarakat tersebut disampaikan Sekretaris Umum DPW PKS DKI Jakarta Tubagus Arif, di kantor PKS Jakarta di kawasan Kemayoran, Jakarta (2/3).

Menurut Tubagus, simpul-simpul massa tersebut terdiri dari berbagai kelas dan segmen masyarakat. “Ada dari kalangan pekerja dan buruh, majelis taklim, jaringan pelajar dan mahasiswa, pemuda lingkungan, jaringan perempuan kota, bahkan paguyuban pendekar, akan dukung Bang Sani,” ujar Tubagus.

Jaringan massa tersebut, menurut Tubagus hanya akan membawa para pentolannya ke lokasi acara hari Minggu nanti dikarenakan kapasitas gedung yang hanya dapat menampung enam ribu massa. “Kalau mau ditampung semua, tentunya Gelora Bung Karno juga tidak cukup,” ujar Tubagus menggambarkan antusiasme dukungan terhadap Bang Sani.

Dalam acara bertema ‘Deklartasi Jaringan Dukung Bang Sani’ tersebut, ujar Tubagus lagi, Ketua DPW PKS DKI Jakarta Selamat Nurdin akan menyampaikan orasi politik, sementara Bang Sani akan akan menyampaikan sebagian visi dan misinya untuk maju dalam perhelatan Pilkada bulan Juli nanti.

Ia berharap, setelah acara ini warga Jakarta akan makin mengenal Bang Sani tidak hanya wajah dan posisinya sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, melainkan juga visi-misinya untuk membangun Jakarta menjadi kota yang ramah, sejahtera dan berdayasaing diantara kota-kota Asia dan dunia.

Selain diisi orasi politik, pada acara tersebut wakil-wakil kelompok jaringan massa akan membacakan deklarasi dukungan kepada Bang Sani secara bersama. “Mudah-mudahan ini akan menjadi spirit bagi Bang Sani dan tim sukses untuk terus berjuang bersama warga Jakarta dalam Pilkada ini,” harap Tubagus.







Selain itu, acara akan diisi dengan kegiatan seperti Sholawatan dan pentas seni seperti: Palang Pintu Betawi, Tarian Barongsai, Musikalita Angklung danTari Japin. Juga dimeriahkan dengan hadirnya Band Jiung dan Band Armada yang membawakan lagu-lagu hit mereka.

Kamis, 01 Maret 2012

Misbakhun : SBY Sangat Jelas Terlibat Century

Islamedia - “Dalam kasus Century keterlibatan SBY sangat jelas!” tuding mantan anggota Panitia Kerja DPR RI Mukhamad Misbakhun dalam acara Halqah Islam dan Peradaban (HIP) Edisi 36, Kamis (23/2) siang di Wisma Antara, Jakarta.

Untuk meyakinkan sekitar 350 peserta talkshow yang bertema Skandal Century, Wisma Atlet, Money Politic Demokrat: SBY Terlibat? itu, Misbakhun pun menyatakan mempunyai buktinya.

“Saya memegang tiga suratnya ibu Sri Mulyani di sini,” ujarnya sambil mengangkat bundel segepok berkas. Ketiga surat tersebut tertanggal 25 Nopember 2008, 4 Februari 2009 dan 29 Agustus 2009 yang isinya berupa laporan proses bailout itu kepada presiden.

Sebelum ketiga surat itu, ada komunikasi tatap muka jarak jauh (teleconference) tanggal 13 November 2008. Sri Mulyani sedang di luar negeri SBY juga sedang di luar negeri. “Dalam teleconference itu Sri Mulyani melaporkan kasus Century dan perkembangan proses bailout Century itu kepada Presiden SBY,” ungkapnya.

Di mana keterlibatan SBY? Karena Sri Mulyani melaporkan. Artinya, presiden tahu. “Saya sudah berdiskusi dengan Prof Dr Laica Marzuki (Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi) mengenai sistem administrasi negara, bahwa dilapori dan lain sebagainya itu adalah proses keterlibatan. Ini yang saya katakan bahwa keterlibatan itu ada di sana,” simpulnya.


Misbakhun pun menegaskan bahwa SBY terlibat dalam bailout yang oleh BPK dinyatakan tidak mempunyai dasar hukum dan yang oleh Pansus Century DPR pun dinyatakan ada proses yang dilanggar. Sehingga secara politik DPR memilih opsi C yang menyebutkan bahwa dalam kasus Century ini ada pelanggaran.

Dan keputusan politik itu berdasarkan audit yang mempunyai dasar keilmiahan yang cukup kuat. ”Dan kalau menyanggah audit itu harus dengan audit. Jangan menyanggah audit dengan pernyataan politik. Kalau Pansus Century dasarnya adalah audit BPK. Kalau ingin menyanggah audit bikin audit yang sama yang mengatakan tidak terlibat, tidak ada penyimpangan, tetapi hasil audit BPK, lembaga yang ditunjuk oleh konstitusi kita bahwa kewenangan itu ada di BPK, mengatakan bahwa ada,” pungkasnya.

Selain Misbakhun, dalam acara bulanan yang digelar Hizbut Tahrir Indonesia itu, hadir pula Ruhut Sitompul (anggota FPD DPR RI) dan Yahya Abdurrahman (Ketua Lajnah Siyasiyah DPP HTI) sebagai pembicara.[hizbut-tahrir/joko.p]

Selasa, 28 Februari 2012

Gubernur Jabar Jamu Delegasi Partai Keadilan dan Pembangunan Turki



REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Delegasi dari Türkiye Adalet ve Kalkinma Partisi (AKP) atau Partai Keadilan dan Pembangunan Turki, dijamu makan malam oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, di Gedung Pakuan Bandung, Senin (27/2). Selain jamuan makan malam, acara juga diisi dengan diskusi dan dialog fokus tentang perjalanan AKP di Turki.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Bidang Kepemudaan AKP, Adam Ali Yilmas mengatakan, kemenangan partainya hari ini merupakan bagian dari kebangkitan umat Islam di Turki. Cikal bakal kebangkitan ini sebenarnya sudah mulai tampak pada dekade 1990-an lalu, ketika Necmetin Erbakan dengan Partai Refah-nya berhasil memenangkan pemilu. Namun sayang, kudeta konstitusional pada 1997 akhirnya mengakhiri perjalanan Refah sebagai partai yang menyuarakan Islam.

Hari ini, kata Adam, AKP-lah yang melanjutkan perjuangan ini. Dia pun membeberkan resep kemenangan partainya di negara bekas Kesultanan Usmani tersebut. Menurut Adam, fokus melayani masyarakat menjadi kunci utama kesuksesan AKP dalam menguasai kursi di Parlemen Turki.

“AKP senantiasa berupaya menempatkan diri sebagai partai yang paling depan dalam melayani masyarakat. Kami pun selalu berusaha menjadi yang paling dekat dengan mereka,” kata Adam.

Strategi lain yang diterapkan AKP adalah berkosentrasi dalam merekrut kader-kader dari kalangan muda. Terutama, mereka yang berusia 25-35 tahun. AKP juga gigih memperkuat jaringannya dengan mendirikan kantor-kantor perwakilan hingga ke pelosok. Kantor-kantor tersebut, terang dia, berfungsi sebagai penampung aspirasi rakyat sekaligus pelaksana program partai hingga tingkat akar rumput.

Lebih lanjut Adam menjelaskan, sejak berdiri pada 2002, AKP berusaha menjalin hubungan dengan baik dengan masyarakat. Kebijakan yang diambil selalu prorakyat, walau bukan dalam bentuk memberi uang atau makanan. Pelayanannya tidak terfokus pada wilayah tertentu, namun tersebar di seluruh Turki. Bidang-bidang yang digarap partai ini pun dikatakan Adam menyentuh langsung ke masyarakat.

"Secara umum, AKP melakukan yang terbaik untuk melayani rakyat,” tutur dia.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menyatakan apresiasinya terhadap AKP dan Turki. Partai tersebut dikatakan Heryawan telah mampu membawa perubahan yang signifikan dalam memajukan Turki. Sepuluh tahun lalu, Turki terkenal dengan tingkat inflasi ekonominya yang tinggi. Hari ini, kata Heryawan, akselerasi pertumbuhan ekonomi negara itu sangat luar biasa. Bahkan Turki mampu bertahan di saat negara-negara Eropa dilanda krisis global.

“Sebagai Gubernur Jawa Barat, saya memandang kunjungan silaturahim dari jajaran AKP ini sebagai bentuk kehormatan." ucap Heryawan.

AKP merupakan partai pemenang pemilu tiga kali berturut-turut di Turki. Partai ini dipimpin oleh Recep Tayyip Erdogan, yang saat ini juga menjabat Perdana Menteri Turki. Sebelum diterima gubernur di Gedung Pakuan, delegasi AKP juga mendatangi Gedung DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jakarta pada Jumat (24/2) pekan lalu.




Redaktur: Hazliansyah
Reporter: Ahmad Islamy Jamil


OASE

SYARIAH

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan