Tampilkan postingan dengan label BID.KEWANITAAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BID.KEWANITAAN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Februari 2012

Suami Ingin Nikah Lagi, Padahal Saya Tak Rela…

Perkokoh Keluarga, PKS Siapkan Konselor RKI Handal

"Suami saya minta menikah lagi, bu....padahal saya tidak rela?" kata bu Yuni kepada konselor RKI dengan mimik yang serius, menggambarkan masalah yang merundungnya. Hampir bersamaan dengan selesainya kalimat itu, riuh tawa terdengar memenuhi ruangan.

Dialog itu adalah bagian dari sesi "curhat praktek" dalam acara Pembekalan Muwajih dan Konselor Rumah Keluarga Indonesia (RKI) yang diselenggarakan oleh BidPuan DPW PKS DIY, Selasa (14/2).

DPW PKS DIY merupakan salah satu DPW yang telah membekali konselor RKI secara intens. Sebanyak 60 konselor dari DPD dan DPW hadir mengikuti pembinaan yang berlangsung empat jam itu.

"BidPuan DPW PKS DIY sangat serius mengelola program RKI, agar kemanfaatannya benar-benar bisa dirasakan oleh kader dan masyarakat luas. Salah satu bentuk keseriusan tersebut adalah dengan selalu memberikan pembekalan kepada para Muwajih dan Konselor RKI. Program ini rutin berjalan sebulan sekali", terang Ketua BidPuan DPW PKS DIY, Muzna Nurhayati.

Melalui pembelakan rutin itu, DPW PKS DIY meningkatkan kompetensi konselor RKI dengan ilmu, wawasan dan berbagai ketrampilan yang diperlukan selaku konselor keluarga.

RKI merupakan program nasional PKS yang dilaunching tahun lalu dalam rangka mengokohkan keluarga Indonesia. Melalui RKI, partai Islam itu memberikan pelayanan dan bekal kepada suami, istri, ayah dan ibu agar lebih harmonis dan mampu menyelesaikan problematika keluarga. Selain memberikan pelatihan keluarga dan parenting, RKI juga melayani konseling keluarga. Hingga saat ini, telah terbentuk lebih dari 120 RKI di 33 provinsi seluruh Indonesia. [IK/pks-diy/bsb]

Sabtu, 21 Januari 2012

Lomba Masak, Gaya Kampanye Wanita Keadilan di Riyadh



Lomba Masak
Riyadh - Sebagai bentuk kepedulian Partai Keadilan Sejahtera kepada para wanita khususnya dalam rangka meningkatkan kreatifitas kaum ibu dalam pengolahan makanan, Divisi Kewanitaan PKS Riyadh bekerja sama dengan TOYA Instant Noodles by Indomie, pada tanggal 6 Maret 2009 mengadakan lomba memasak dengan menggunakan bahan dasar mie instant. Acara yang diadakan di Istirohah Al Majid dan diikuti oleh 20 kelompok peserta ini juga diharapkan dapat meningkatkan tali silaturahim antara ibu-ibu warga Indonesia di Riyadh.

Acara dimulai tepat pukul 09:00 WAS dan dibuka secara resmi oleh Ketua PIP PKS Arab Saudi yang juga Caleg PKS di Dapil DKI 2 (Jakpus, Jaksel dan Luar Negeri), Ustadz Abdullah Haidir, Lc. Setelah mendapat pengarahan mengenai jalannya lomba, tepat pukul 10:00 para peserta dipersilahkan untuk menempati meja masing-masing. Sebelum mulai para peserta kembali mendapatkan informasi mengenai tata tertib selama lomba. Peserta dituntut untuk mengerahkan semua kreatifitasnya dalam mengolah bahan-bahan yang telah disediakan oleh panitia. Adapun bahan dasar lomba ini adalah mie instant TOYA, yang merupakan sponsor utama acara ini. Lomba akan berlangsung selama 50 menit. Selama lomba berlangsung, para tamu undangan yang terdiri dari para ibu Indonesia di Riyadh juga disuguhi oleh aneka bazaar makanan Indonesia seperti gado-gado, sate, somay, bakso dan aneka makanan khas lainnya.

Selesai sholat Jumat, tiba saatnya pengumuman pemenang. Para juri yang terdiri dari chef professional (Chef Hasan Mahadi SPdI , Chef James SPdI dan Chef Arruwzi), ketiganya adalah juru masak profesional di Hotel Faishaliya Rosewood Riyadh memberikan masukan-masukan yang berhubungan dengan cara memasak yang sehat, higyenis, serta estetika cara penyajian yang baik. Adapun kriteria penilaian lomba antara lain rasa, tata cara pengolahan bahan, kebersihan serta estetika penyajian. Setelah dilakukan penilaian maka juri memutuskan juara lomba sebagai berikut:




Para Pemenang
Juara I: Ibu Arifah dan Ibu Lutmi (nomor peserta 5)

Juara II: Ibu Aminah dan Ibu Sarmiyah (nomor peserta 18)

Juara III: Ibu Darmiah dan Ibu Sunah (nomor peserta 13)

Acara ditutup dengan penyerahan hadiah kepada pemenang lomba serta untuk anak-anak yang juga ikut memeriahkan kegiatan pada hari tersebut. (Ummu Yasmine)

Kewanitaan PKS Telorkan Tiga Agenda Aksi Nasional

Tiga agenda aksi nasional yang akan serentak dilaksanakan hingga menjelang pemilu 2009 itu adalah pengokohan struktur Kajian Kewanitaan PKS, mendukung program-program pemenangan pemilu yang dilaksanakan DPP PKS dan program rekruitmen di masing-masing wilayah.

Ketiga agenda aksi nasional itu ditelorkan pada penutupan Diskusi Fungsionaris Departemen Kajian Kewanitaan se-Indonesia di Hotel Sawangan Golf, Depok Jawa Barat Kamis-Sabtu, 23-25 Agustus 2007. Ketiga agenda itu tidak datang serta merta, namun dihasilkan setelah mengadakan pelatihan dua hari berturut turut. Tanpa mengenal lelah, peserta yang juga mengikutsertakan anak-anaknya itu dengan semangat mengikuti pelatihan yang selesainya pada pukul 24.00 tengah malam. Adapun pembicara yang mengisi pada Pelatihan peningkatan kapasitas SDM itu diantaranya HM Razikun, Ak, MBA (Ketua DPP PKS Badan Pemenangan Pemilu), Ardiana Wirasantana(Aleg PKS DPRD Depok), Sri Budi Eko Wardhani(Puskapol UI), M Qodari (Indo Barometer), serta DR Irfan Ridwan Maksum (Staf Pengajar Ilmu Administrasi UI). Turut memberikan semangat kader PKS yang datang dari berbagai provinsi se-Indonesia ini adalah Nursanita Nasution (Aleg PKS DPR RI). Pada kesempatan itu Nursanita memompa semangat kaum ibu untuk tetap beraktifitas dalam partai dakwah ini. Lebih jauh, ibu yang dipanggil Ummu Faris ini menyerukan agar kader akhwat PKS mendukung porsi 30 persen aleg perempuan. “Kalau perlu 50 persen!” katanya menyemangati ibu-ibu. Nursanita hadir sebagai pembicara dalam rangka berbagi pengalaman selama beraktifitas di DPR RI. Ummahat (ibu-ibu) yang sangat perhatian di bidang kajian itu, akan melaksanakan program turunan yang dihasilkan bersamaan dengan Agenda Aksi Nasional tersebut. Salahsatu diantaranya adalah optimasilasi peran kelompok-kelompok perempuan yang masuk dalam Agenda Aksi Nasional rekruitmen. Pertemuan fungsionaris Departemen kajian itu usai Sabtu(25/8) siang dan ditutup dengan acara pamungkas pemberian Taujih oleh Ustadz Untung Wahono, Ketua DPP Bidang Polhukkam.

"Bunda Peduli" Program PKS Untuk Menanggulangi Kasus Perceraian


Suaranews - Angka perceraian ditengarai semakin merangkak meningkat. Di antara lima tahun terakhir pun, tren perceraian naik tajam. Pasca reformasi terdaftar angka perceraian naik sampai 4 – 10 kali lipat dibandingkan sebelum reformasi. Pada tahun 2009, terdapat 250 ribu perkara perceraian. Jumlah tersebut sebanding beserta 10% mengenai angka pernikahan di tahun 2009. Kebanyakan kasus perceraian (70%) di pengadilan agama yaitu cerai gugat, di mana pihak istrilah yang menggugat cerai suaminya.

Guna mendukung menanggulangi persoalan perceraian, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), meresmikan program yang diberikan nama “Bunda Peduli” semacam ikhtiar memiliki peran secara konselor ketahanan keluarga.

“Program Bunda Peduli ini kelak juga bakal mendatangkan ke tengah masyarakat model bunda sukses yang memperbaiki ketahanan keluarga,” kata Ketua DPP Bidang Perempuan PKS, Anis Byarwati, Selasa (25/1).

Dituturkan Anis, sangat banyak faktor yang merupakan penyebab terjadinya perceraian. Tetapi apapun penyebabnya, hal ini merupakan keprihatinan perempuan PKS. Untuk itu, di antara salah satu agenda Rapat Koordinasi (Rakornas) Bidang Perempuan PKS Sejahtera, 27 – 29 Januari ini, Bidang Perempuan DPP PKS bakal mematangkan berbagai program terkait persoalan ketahanan keluarga.

Selama ini, sambung dia, kader-kader perempuan PKS telah menjadi tempat curhat dan rujukan pendapat dari perempuan berbagai kalangan terhadap persoalan-persoalan hidup. Potensi besar ini akan dikembangkan lebih lanjut oleh Bidang Perempuan PKS.

Lebih lanjut Anis menjelaskan, pihaknya telah merencanakan untuk melatih kader-kader perempuan PKS di setiap kelurahan dengan keterampilan konseling ketahanan keluarga. Keterampilan ini akan menjadi nilai tambah bagi kader-kader perempuan PKS yang selama ini telah dibekali dengan pemahaman utuh tentang membangun ketahanan keluarga.

Selain merencanakan program Bunda Peduli, Bidang Perempuan DPP PKS juga akan menggulirkan program Ayah Proaktif. “Kami menyadari bahwa terwujudnya keluarga yang memiliki daya juang dalam membangun ketahanan keluarga bukan berasal dari sentuhan perempuan saja, tetapi peran ayah juga sangat dibutuhkan.”

Oleh karena itu, Bidang Perempuan PKS akan menggulirkan berbagai kegiatan yang memotivasi para ayah Indonesia untuk perhatian dan terlibat dalam kegiatan pendidikan anak dan menjaga ketahanan keluarga. (DTN/TRIB/POL/Suaranews)

Jumat, 13 Januari 2012

Membangun Karakter Anak di Atas Pilar Al-Qur’an


Al Qur’an adalah sebuah Risalah yang di dalamnya berisi Huda yaitu petunjuk bagi yang mengimaninya, yang menyelamatkan manusia di dunia dan akherat. Metode mendidik anak mengikuti petunjuk Al-Quran adalah cara terbaik yang dapat umat Islam lakukan sampai akhir jaman.
Pimpinan Pusat Persaudaraan Muslimah (PP Salimah) menyelenggarakan talkshow “Mendidik Karakter Anak di atas Pilar Al-Qur’an “. Talkshow ini merupakan rangkaian acara Festival Al-Qur’an Indonesia yang digelar oleh Asosiasi Penerbit Mushaf Alquran Indonesia (APQI). Bertempat di Bayt al Qur’an TMII. Kamis, 28 July 2011, pkl 09.30-12.00.
Ratusan jama’ah majelis ta’lim dari Jakarta dan sekitarnya, serius mendengarkan para pembicara yang merupakan para pengurus PP Salimah yaitu Ustzh. Nurul Hidayati,SSi, MBA, ketua umum. Beliau berbicara tentang belajar dari dialog yang berlangsung antara Nabi Ibrahim dengan anaknya Ismail (QS as Shofat : 99 – 107). Dari percakapan ayah dengan anak ini, kita bisa mencontoh beberapa hal, diantaranya memanggil dengan panggilan terbaik, musyawarah, mengajarkan anak untuk mengambil keputusan dan mendidik anak agar berpikir kritis.
Ustzh Siti Faizah, alHafidzoh, ketua bidang pengembangan organisasi PP Salimah. Menyampaikan kiat-kiat menghafal al Qur’an. Allah menurunkan Al Qur’an bukan hanya untuk dibaca, melainkan juga sebagai huda, petunjuk bagi manusia. Untuk membiasakan anak berinteraksi dengan Al Qur’an, kita sebagai orang tua harus menyiapkan lingkungan yang mendukung, diantaranya kita juga harus memberi contoh. Untuk ibu yang hamil, atau anak-anak, dengan kita sering memperdengarkan Al Qur’an, akan membuat sang anak mudah mempelajari Al Qur’an.Selanjutnya ustzh Hj. Sinta Santi, Lc, ketua bidang pembinaan umat PP Salimah menyampaikan, masa yang berbeda akan membuat metode mendidik anak atau mengajarkan Al Qur’an kepada anak juga berbeda, walau isi Al Qur’an tidak pernah berbeda. Ajarkan anak-anak sesuai dengan zamannya. Dari QS Luqman, yang memuat pesan Luqman pada anaknya, kita dapat mengambil pelajaran, diantaranya; Perintah yg merupakan penanaman modal agar anak-anak orang sholeh di manapun kapanpun tidak menyekutukan ?????. Ibadah fisik belum tentu mengarahkan pelakunya kepada Iman. Karena keimanan terkait juga dengan hati, karena itu jangan sampai ada penyekutuan Allah dalam diri kita. Pelajaran berikutnya adalah mengajarkan akhlaq kepada orangtua, juga agar kita tidak berlaku sombong.
Pembicara berikutnya, Ustzh Farida, dewan pakar PP Salimah menyampaikan pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah Maryam. Diantaranya agar kita sebagai perempuan, sebagai ibu dapat menjaga jiwa, menjaga kehormatan diri, dan menjaga dien-agama. Sehingga kita dapat menjadi srikandi-srikandi Al Qur’an. Sebelum sesi tanya jawab, ditampilkan juga pembacaan asmaul husna, dipimpin oleh Ustzh Chamsinah, ustzh Nasiroh dan Ustzh Aminah.Semoga kita dapat mengamalkan Al-Quran .[salimah]


OASE

SYARIAH

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan