Senin, 16 April 2012

HNW Kembalikan PKS Berbasis Muslim Urban



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Analis politik dari Universitas Indonesia, Yon Mahmudi, mengatakan ada gejala menarik dari tampilnya Hidayat Nur Wahid dalam Pilkada DKI Jakarta. Yon menilai hal tersebut menunjukkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kembali ke watak aslinya sebagai gerakan sosial yang berbasis Muslim urban.

"Dan, nilai lebihnya adalah kehadiran para 'Relawan Hidayat' itu kini menjangkau komunitas tradisional. Itu termasuk orang-orang pinggiran," kata Yon di Jakarta, Senin.

Yon menilai sosok Hidayat Nur Wahid (HNW) yang santun dan memahami betul budaya Jawa juga menarik kalangan ulama NU kultural.

''Mereka mengundang khusus Hidayat untuk berdialog," kata Yon yang ikut menghadiri pertemuan HNW dengan Yayasan Turats Indonesia di bawah pimpinan KH Sholahuddin "Gus Sholah" Wahid dan KH Musthofa "Gus Mus" Bisri. Pimpinan Ponpes Gontor KH Abdullah Syukri Zarkasi sebelumnya menyatakan dukungan terbuka para alumni kepada Hidayat.

Yon menguraikan tantangan terberat Hidayat dan PKS adalah menjangkau sekitar 70 persen penduduk Muslim DKI. Menurut hasil sebuah survei, kata Yon, mereka itu shalatnya belum lima waktu dan kaum perempuannya belum berjilbab.

Redaktur: Didi Purwadi
Sumber: Antara

Ramadhan: Banyak Politisi Gerah pada Dahlan



VIVAnews - Wakil Sekretaris Jenderal DPP Demokrat, Ramadhan Pohan, menyatakan partainya maklum jika partai-partai lain tidak suka dengan kebijakan dan langkah Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan. Bagi Demokrat, Dahlan sudah bekerja dengan baik selama ini.

Ujung ketidaksukaan politisi tersebut, adalah rencana pengajuan hak interpelasi kepada pemerintah terkait penerbitan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN Nomor 236 Tahun 2011.

"Dahlan itu middle class darling. Publik dan kelas menengah suka gaya, karakter, dan pola Dahlan. Sebab ia lugas, apa adanya, nggak bertele-tele, anti birokrasi panjang, result oriented, anti mewah, sedikit bicara banyak kerja, dan lain-lain," ujar Ramadhan, hari ini.
Demokrat sendiri, lanjut Ramadhan, mendukung Dahlan Iskan karena kinerja yang baik membantu presiden. Tapi, imbuhnya, banyak politisi dari partai politik lain yang gerah dengan tindak tanduk Dahlan tersebut. "Maklum lah."

Namun Ramadhan tidak menjelaskan lebih rinci mengenai alasan kemaklumannya tersebut.

Sejumlah anggota DPR, khususnya dari Komisi V, menilai SK No 236/2011 ini bermasalah. Keputusan Menteri BUMN Nomor KEP-236/MBU/2011 tentang Pendelegasian Sebagian Kewenangan dan/atau Pemberian Kuasa Menteri Negara BUMN sebagai Wakil Pemerintah selaku Pemegang Saham/RUPS pada Perusahaan Perseroan (Persero) dan Perseroan Terbatas serta Pemilik Modal pada Perusahaan Umum (Perum) kepada Direksi, Dewan Komisaris/Dewan Pengawas dan Pejabat Eselon I di Lingkungan Kementerian BUMN ini bertabrakan dengan peraturan perundang-undangan di atasnya.

Setidaknya, ada empat kasus dalam SK tersebut yakni:
1. Penunjukan direksi BUMN tanpa melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), sehingga melanggar Pasal 15 UU Nomor 19/2003 tentang BUMN;

2. Penunjukkan direksi BUMN tanpa melalui Tim Penilai Akhir (TPA), sehingga mengabaikan prinsip transparansi dan akuntabilitas, seperti diamanatkan Pasal 16 UU Nomor 19/2003 tentang BUMN;

3. Pengangkatan kembali direksi BUMN yang memiliki rekam jejak negatif sebagaimana Laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Akibatnya melanggar prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), seperti diamanatkan Pasal 5 ayat (3) UU Nomor 19/2003 tentang BUMN.

4. Pengangkatan kembali direksi BUMN untuk masa jabatan ketiga kalinya, sehingga melanggar Pasal 16 ayat 4 UU Nomor 19/2003 tentang BUMN.
SK tersebut dianggap memberikan pelimpahan wewenang kepada direksi BUMN untuk melakukan penjualan aset. Akibatnya, diduga kuat, telah terjadi penjualan aset BUMN--dengan kata lain aset negara-- yang dilakukan langsung oleh direksi BUMN terkait, tanpa melalui mekanisme yang seharusnya.

Padahal, sesuai pasal 24 ayat (5) UU Nomor 17/2003 tentang Keuangan Negara dan Pasal 45 dan 46 UU No. 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara, penjualan aset BUMN harus melalui persetujuan DPR, Presiden, dan atau Menteri Keuangan, sesuai tingkat kewenangan masing-masing.

Senin, 09 April 2012

Golkar “mempermainkan” nasib pemerintahan SBY



"Golkar Gentar, SBY Trauma"

Oleh Daniel H.t.*

Pada 2 April 2012, dua hari setelah DPR memutuskan mengesahkan penambahan Pasal 7 ayat 6a pada UU Nomor 22 Tahun 2011 tentang APBN-P 2012, yang memberi kewenangan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi dengan persyaratan tertentu itu, Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie dengan sangat bangga mengklaim bahwa usulan penambahan ayat 6a tersebut adalah usulan dari Golkar (Okezone.com, 02/04/2012). Para kader Golkar pun dengan bangga menyatakan kehebatan parpol-nya karena dengan sukses pula mengarahkan rapat paripurna itu memutuskan demikian.

Namun rasa bangga tersebut tidak berlangsung lama. Rasa bangga itu kini berubah menjadi rasa tidak percaya diri, dan gentar. Yakni, ketika pakar Hukum Tata Negara Yusiril Ihza Mahendra mempersoalkan keberadaan Pasal 7 ayat 6a tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK). Yusril telah mendaftar permohononan uji materi dan uji formal ayat tersebut ke MK, dan kini menunggu untuk disidangkan setelah Presiden menandatangani UU APBN-P (= Politik, eh Perubahan tersebut).

Alasan Yusril mengajukan judicial review Pasal 7 ayat 6a tersebut karena menurutnya secara materi terutama sekali bertentangan dengan Pasal 33 UUD 1945. Sedangkan secara formil bertentangan dengan ketentuan dalam UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukkan Peraturan Perundang-undangan, yang mewajibkan sebuah peraturan perundang-undangan yang disahkan harus memenuhi beberapa asas. Di antaranya adalah asa kejelasan dan kepastian hukum, yang menurut Yusril tidak terdapat di ketentuan Pasal 7 ayat 6a tersebut.

Rasa gentar itu tercermin dari harapan yang dilontarkan oleh Wakil Ketua DPR dari Fraksi Golkar Priyo Budi Santoso kepada Yusril Ihza Mahendra agar tidak melanjutkan niatnya menggugat keberadaan Pasal 7 ayat 6a tersebut, karena reputasi Yusril yang selalu menang dalam kasus-kasus hukum serupa.

“Saya tidak anjurkan Anda untuk gugat (uji) ke MK karena reputasi Anda selama ini selalu menang di sana. Saya sarankan pikir ulang,” kata Priyo dalam acara diskusi tentang hal tersebut pada 4 April 2012, yang direspon Yusril hanya dengan senyuman (Kompas.com, 04/04/2012).

Priyo telah jujur dan sepantasnya menyampaikan rasa gentar Golkar terhadap gugatan Yusril tersebut. Karena memang kalau kita pelajari isi ayat 6a tersebut, argumen yang disampaikan oleh Yusri itu sangat masuk akal, dan seharusnya diterima oleh MK.

Mungkin untuk argumen yang menyebutkan ayat tersebut bertentangan dengan Pasal 33 UUD 1945 masih bisa diperdebatkan, yang membuat MK bisa berbeda pendapat. Tetapi, untuk ketentuan di dalam UU 12 Tahun 2011 tentang Pembentukkan Peraturan Perundang-undangan, tidak bisa dielak lagi bahwa ayat 6a itu telah melanggar. Khususnya mengenai asas kepastian hukum.

Pasal 6 ayat 1i dengan jelas menyebutkan bahwa materi muatan suatu Peraturan Perundang-undangan harus mencerminkan asas ketertiban dan kepastian hukum.

Sedangkan apa yang diatur di ayat tambahan itu (ayat 6a) tidak mempunyai unsur kepastian hukum. Pemerintah diberi kewenangan untuk menaikkan atau menurunkan harga BBM bersubsidi apabila ICP naik di atas 15%.

Menurut Menko Perekonomian Hatta Rajasa patokan ICP adalah USD 120,75/barel. Artinya jika ICP naik di atas harga itu, maka otomatis pemerintah berwenang dan akan menaikkan harga BBM bersubsidi. Pertanyaannya adalah kapan itu terjadi? Tidak dapat dipastikan, bukan? Bisa saja tiba-tiba besok ICP itu naik melebihi USD 120,75/barel, dan pemerintah pun segera mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi di dalam negeri. Hitung-hitungan bisnis pun bisa kacau.

Yang aneh adalah respon pemerintah (SBY) terhadap gugatan Yusril tersebut. SBY dan para menterinya kelihatannya tenang-tenang saja. Padahal justru pemerintahlah yang akan menanggung akibatnya secara langsung apabila MK menerima gugatan Yusril tersebut (menyatakan ayat 6a itu melanggar hukum, dan dinyatakan tidak berlaku).

Mungkin pemerintah (SBY) sudah trauma pula, maka itu mereka seolah-olah diam saja. Karena sebelumnya pemerintah (SBY) sudah dua kali dikalahkan oleh Yusril Ihza Mahendra di MK. Jangan-jangan ini adalah untuk ketiga kalinya mereka akan dipermalukan Yusril.

Yang pertama adalah soal keabsahan jabatan Jaksa Agung yang mencekal Yusril dalam kasus Sisminbakum, dan yang kedua adalah moratorium remisi untuk napi koruptor. Kalau sampai MK memenangkan Yusril lagi, maka berarti untuk ketigakali berturut-turut pemerintah (SBY) dipermalukan oleh orang yang sama.

Ironisnya, ayat 6a tersebut bukan hasil inisiatif dari pemerintah/Demokrat. Mereka terpaksa mengikuti maunya Golkar dengan opsi tersebut. Setelah disahkan DPR, pemerintah “terpaksa” pula melaksanakannya. Dan, sekarang kena gugatan Yusril. Kalau sampai Yusril menang, maka yang menanggung akibatnya lagi-lagi pemerintah (SBY). Bukan Golkar atau Aburizal Bakrie.

Kalau MK menolak gugatan Yusril pun, ketika unsur ayat 6a itu terpenuhi, dan pemerintah menaikkan harga BBM, maka yang menanggung akibatnya juga adalah SBY. Bukan Aburizal Bakrie, bukan pula Golkar yang sebagai inisiator ayat 6a itu. Yakni, kalau SBY benar-benar nanti menaikkan harga BBM berdasarkan Pasal 7 ayat 6a itu, maka kemungkinan besar unjuk rasa anti kenaikan harga BBM akan kembali terjadi secara besar-besaran. Bedanya, mereka tidak akan datang lagi ke DPR, tetapi semuanya tumpah-ruah, fokus ke Istana Negara saja. Seperti yang saya tulis di tulisan saya yang lalu (Perangkap Golkar di Balik Pasal 7 ayat 6a UU APBN-P 2012).

Benar-benar Golkar telah “mempermainkan” nasib pemerintahan SBY. Sedangkan para kader Demokrat tidak bisa berbuat apa-apa, selain marah-marah kepada PKS.

Benar-benar tragis nasib SBY dan Demokrat di tangan Golkar.

Makanya, kalau mau berteman (baca: koalisi) lihat-lihat orangnya dulu. ***


*sumber: http://politik.kompasiana.com/2012/04/07/golkar-gentar-sby-trauma/

PKS Tak Akan Mundur dari Koalisi

PKS menunggu sikap resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.


VIVAnews – Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta mengatakan, partainya tidak akan mengundurkan diri dari koalisi. Menurutnya sikap ini setidaknya dipegang PKS sampai ada keputusan resmi dari Ketua Koalisi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“PKS tidak akan mengundurkan diri jika belum ada sikap resmi dari SBY,” kata Anis Matta di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin 9 April 2012.

Namun Anis menegaskan, PKS siap dengan kemungkinan terburuk jika harus keluar dari koalisi. Ia menekankan, sikap PKS saat ini sudah sangat jelas. Justru sikap Presiden SBY yang belum jelas sampai saat ini.

“Kalau buat PKS bukan soal nyaman atau tidak nyaman, juga bukan urusan malu atau tidak malu. Ini urusan SBY. Urusannya sikap resmi dari SBY. Tidak ada urusan soal pengkhianatan dan lain-lain,” ujar Wakil Ketua DPR itu.

Anis menambahkan, saat ini Majelis Syuro PKS tidak akan melakukan rapat untuk membahas persoalan koalisi tersebut. “Tak ada rencana rapat dalam waktu dekat,” kata dia.

Hasil rapat Sekretariat Gabungan Partai Koalisi di Cikeas, Selasa malam 3 April 2012 lalu menyatakan sikap PKS yang menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak dalam paripurna DPR telah melanggar kode etik koalisi. PKS pun terancam didepak dari koalisi.

Kesepakatan Setgab itu diambil dalam pertemuan para ketua umum partai koalisi dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono – minus PKS. “PKS sangat melanggar,” kata Sekretaris Setgab, Syarif Hasan. Koalisi pun mendesak SBY untuk segera mendepak PKS dari koalisi. (umi)

Selasa, 03 April 2012

Demokrat Melunak, PKS: Kau yang Mulai Kau yang Mengakhiri




DETIK-Jakarta PKS sampai hari ini tidak melihat ada rencana Presiden SBY mendepaknya dari koalisi. Melihat PD melunak, PKS pun merespon santai.

"Mengenai isu PKS ditendang dari koalisi ini kan isu yang di create orang PD sendiri. Jadi kalau ada rapat Setgab kita tidak diundang ya alhamdulillah, kita memang lagi repot. Kalau sekarang Demokrat melunak ya makanya kau yang mengawali kau yang mengakhiri," kata Wasekjen PKS, Mahfudz Siddik, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (3/4/2012).

PKS mengaku tak terganggu dengan desakan PD agar keluar koalisi. PKS lebih senang mensosialisasikan ke masyarakat soal sikap PKS yang menolak kenaikan harga BBM.

"Isu utama PKS itu adalah persoalan BBM. Dimana PKS secara jelas tegas di paripurna menolak rencana pemerintah menolak kenaikan harga BBM. Nah PKS menjelaskan ke masyarakat soal ini,"kata Mahfudz.

Meski PKS siap dengan kemungkinan terburuk. Yakni didepak dari koalisi dan kehilangan menteri.

"Jadi ketika PKS dalam kenaikan BBM memutuskan untuk menolak kami sudah mempertimbangkan resikonya. Termasuk resiko dicaci maki orang PD, termasuk desakan ke SBY untuk menendang PKS. Dan PKS siap dengan setiap konsekuensinya," jelasnya.

(van/gun)
Baca Juga



VIVAnews – Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, menyatakan, pemanggilan sejumlah menteri hari ini, 2 April 2012, ke kediaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas tidak terkait dengan reshuffle atau perombakan kabinet.

Ia menegaskan, pemanggilan menteri itu dilakukan terkait perkembangan pemerintahan. “Karena keterbatasan kegiatan di Istana hari ini, maka pertemuan di Cikeas,” jelas Julian.

Julian mengaku belum mendapat informasi apakah Presiden SBY akan merombak kabinet pasca “pembelotan” PKS yang menentang kenaikan harga bahan bakar minyak pada rapat paripurna DPR pekan lalu. “Reshuffle itu hak prerogatif presiden. Saya tidak bisa berkomentar,” ujar Julian.
Pasca paripurna BBM, Demokrat mendesak PKS keluar dari koalisi. Menteri-menteri PKS pun diminta keluar dari kabinet SBY.

“Kesetiaan mendukung Presiden SBY seharusnya bukanlah kesetiaan dua kaki, di mana berbeda antara janji dan kenyataan,” kata ketua DPP Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin.

Menurut dia, jika PKS melanggar makna dan komitmen sebagai koalisi, maka tidak ada gunanya lagi mereka berada dalam koalisi. “Bila ada partai politik yang tidak at home di koalisi dan seringkali berbeda pendapat, maka akan sangat terhormat jika mereka mundur dan bersikap sebagai oposisi tulen yang solutif,” tegas putra Menteri Hukum dan HAM itu, Amir Syamsuddin, itu.

PKS sendiri membantah disebut sebagai partai pengkhianat terkait langkah mereka menetang kenaikan harga bahan bakar minyak. “Itu bukan pengkhianatan atau mbalelo. Itu merupakan upaya kontrol PKS terhadap pelaksanaan koalisi dan pemerintahan,” kata Juru Bicara PKS, Mardani Ali Sera, beralasan.

Muhammadiyah Hargai Sikap PKS dan Partai Penolak Kenaikan BBM



Jakarta – Proses siding paripurna DPR kemarin sangat mengecewakan. Beberapa partai politik bermain-main dengan aspirasi rakyat. Sudah sangat jelas bahwa survey menunjukkan sekitar 90% rakyat menolak kenaikan harga BBM, karena jelas akan disertai dengan kenaikan ongkos transfortasi dan harga-harga sembako.

Begitu pula protes mahasiswa dan buruh yang begitu massif seharusnya ditangkap oleh partai-partai politik sebagai aspirasi rakyat. Sayangnya sebagian partai politik tidak menangkapnya, justeru mempertimbangkan kepentingan koalisi yang sesat.

Muhammadiyah sangat menghargai partai-partai politik lain seperti PDIP, Hanura, Gerindra dan PKS, yang memilih menolak kenaikan harga BBM. Muhammadiyah berpendapat menyerahkan harga BBM kepada mekanisme pasar bebas itu jelas bertentangdan dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan Pasal 28 ayat 2 UU Migas.

Hal ini bagi Muhammadiyah merupakan persoalan mendasar, yang seyogyanya semua parpol harus berkomitmen kepada penegakan konstitusi dan kedaulatan Negara dalam bidang ekonomi.

Hal ini pula sesungguhnya yang mendorong Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah beberapa hari lalu bersama sejumlah Ormas di Jakarta mengajukan judicial review terhadap UU Migas, karena UU itu bertentangan dengan Pasal 33 UUD tahun 1945.


*http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-969-detail-muhammadiyah-hargai-sikap-pdip-hanura-gerindra-dan-pks.html

Jajak Pendapat KOMPAS Menunjukkan Opsi 1 yg Dipilih PKS Didukung Luas Publik

Harian KOMPAS hari ini (Senin, 2 April 2012) memuat hasil jajak pendapat yang dilakukan Litbang Kompas terkait kebijakan pemerintah menaikan harga BBM. Berikut kutipannya...


Kebijakan menaikkan harga BBM merupakan pilihan yang berat. Selain menimbuikan implikasi sosial, besarnya gejolak politik akhirnya menjadi beban politik pemerintah. Meskipun Rapat Paripurna DPR, Jumat, 30 Maret 2O12 yang lalu, belum jadi menaikkan harga BBM per 1 April 2012, "kerusakan" sudah
telanjur terjadi.



Bola panas yang bergulir di gedung parlemen ini terbukti menggoyahkan soliditas partai-partai koalisi pemerintah berupa penolakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari arus utama parpol anggota koalisi pemerintah. Terlepas dari oportunitas masing-masing parpol untuk mengambil keuntungan pencitraan dari Rapat Paripurna DPR tersebut, sebagian besar responden (65,8 persen) menyatakan persetujuan terhadap sikap parpol-parpol itu.

Dukungan publik terhadap sikap partai politik yang menolak kenaikan harga BBM ini didasari oleh kesamaan persepsi tentang beratnya dampak sosial yang harus ditanggung masyarakat. Hasil jajak pendapat Kompas pekan sebelumnya memperlihatkan lima dari sepuluh responden menyatakan tidak siap menerima dampak kenaikan harga BBM dari sisi anggaran rumah tangga.

Dukungan serupa juga diberikan publik kepada aksi unjuk rasa mahasiswa yang menentang kenaikan harga BBM. Enam dari sepuluh responden menyatakan setuju dengan aksi unjuk rasa mahasiswa. Sebaliknya, citra kepada parpol anggota koalisi cenderung mengalami penurunan, termasuk tingkat kepercayaan publik kepada pemerintah sebagai penyelenggara negara. Itulah kerusakan sosial politik akibat kebijakan yang tak efektif. (LITBANG KOMPAS)

Rabu, 28 Maret 2012

VIDIO : Demo BBM, Ratusan Buruh Blokir Tol Baros

Ratusan buruh yang tergabung dalam forum peduli rakyat Cimahi melakukan aksi unjuk rasa dengan memblokir pintu masuk tol Baros, Cimahi, Jawa Barat. Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

VIDIO :Demo BBM, Polisi Berusaha Rampas Kamera Wartawan

Wartawan menjadi korban kekerasan oknum aparat di tengah kericuhan demo menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Selasa 27 Maret 2012. Wartawan tvOne, Adi Hartanto, mengaku oknum aparat kepolisian bertameng mendorongnya hingga jatuh. Kaset hasil rekamannya juga dirampas oleh oknum polisi tersebut.

Lutfi Hasan Tegaskan PKS Tolak Kenaikan BBM



Islamedia - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan tetap menolak rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Hal itu lantaran dengan naiknya harga BBM, maka akan turut mendongkrak harga-harga lainnya. Karena itu, dipastikan sebanyak 78 juta lebih penduduk Indonesia akan menderita.

Hal tersebut diungkapkan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq saat membuka acara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) 2012, di Medan, Selasa (27/3). Padahal, lanjut dia, masih terdapat pilihan-pilihan lain ketimbang menaikkan harga BBM. Dalam hal tersebut PKS telah memberikan pilihan-pilihan yang dapat dijadikan solusi bagi pemerintah. “Solusi-solusi itu telah kami sampaikan kepada pemerintah,” kata Presiden.

Dalam menetapkan solusi-solusi tersebut, Luthfi mengatakan pihaknya telah melakukan kajian secara mendalam dan serius. Seperti gejolak yang terjadi di masyarakat dan penyesuaian anggaran yang dapat diterapkan pemerintah.

Menurut Luthfi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merupakan pemimpin yang bisa mempertimbangkan masukan-masukan. Sehingga usulan yang berkembang baik dari PKS maupun masyarakat, dapat menjadi formula yang bisa dijadikan sebagai solusi.

Pihaknya mengingatkan, bahwa jabatan yang saat ini diemban presiden atau pun menteri, merupakan amanat yang diberikan oleh rakyat. Karena itu, kemauan dan kebutuhan rakyat harus menjadi tujuan utama dalam menjalankan roda pemerintahan. “Jika pemerintah tetap memaksa untuk menaikkan BBM, dikhawatirkan akan berdampak pada penurunan tingkat kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Kendati demikian, Luthfi mengakui jika pengambilan keputusan menjadi kapasitas pemerintah. Selain itu, pihaknya juga menolak anggapan jika sikap dan masukan yang diambil PKS merupakan tindakan memaksakan kehendak. “Kami tidak memaksa. Kami hanya menawarkan solusi,” kata dia[republika/Hafidz Muftisany]

Duh, 499 Proyek di Kabupaten Tangerang Ditunda Gara-gara BBM Naik


T
ANGERANG-Sebanyak 499 paket proyek pembangunan yang akan ditenderkan Dinas Bina Marga Kabupaten Tangerang terpaksa ditunda. Ratusan proyek perbaikan jalan, pembangunan gedung serta pengadaan jasa bakal terhambat karena, Pemkab Tangerang menilai akan terjadi kenaikan harga satuan barang dan jasa, menyusul akan dinaikannya harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Sekretaris Dinas Bina Marga Kabupaten Tangerang, Yulianto menjelaskan,
pihaknya belum menetapkan kapan pelaksanaan 499 paket lelang untuk ditenderkan.

Seharusnya lelang dilakukan pada Maret 2012 mendatang, tetapi diundur Mei 2012. Hal ini dikarenakan akan adanya kenaikan harga BBM April bulan depan, diprediksi harga satuan bahan baku, barang dan jasa juga akan mengalami kenaikan.

Ia mencontohkan, jika pembangunan proyek gedung senilai Rp 1 miliar, sebelum kenaikan BBM. Maka, setelah kenaikan BBM biaya pembangunan gedung dapat membengkak bisa lebih dari Rp 1 miliar.

"Kami belum memulai proyek, jika dianalisa BBM naik 1 April. Tentu perlu adanya dasar hukum dari pemerintah pusat terkait harga satuan barang dan jasa. Maka, tender akan dimulai Mei mendatang,"kata dia kepada media, Selasa (27/3).

Yulianto menuturkan pihaknya akan menanti dikeluarkannya keputusan dari pemerintah pusat terkait harga satuan barang dan jasa, selanjutnya dimasukkan dalam keputusan Bupati Tangerang berbentuk SK. Sambil menunggu, ratusan proyek perbaikan jalan, pembangunan gedung serta pengadaan jasa bakal terhambat karena pemerintah daerah tidak berani memutuskan pelaksanaan tender.

"Kenaikan BBM akan mempengaruhi harga barang dan jasa dipasaran,"tandasnya. (DRA)

Ya Allah... Izinkan Aku Korupsi



Ya Allah... izinkan aku korupsi. Toh, aku tidak korupsi untuk memperkaya diri, tetapi untuk menyumbang masjidmu agar megah dan kokoh berdiri
Masjid menjawab: Aku tak butuh sumbanganmu! Tanpa 1 rupiah pun darimu, aku akan tetap berdiri. Aku dibangun untuk tempat bersujud kepada Dzat yang Maha Suci, jangan rusak kesuciannya dengan hasil korupsi. Dzat yang Maha Suci itulah yang akan menggerakkan hati-hati suci untuk berinfaq, meskipun ada yang hanya mampu seribu perak.

Ya Allah... izinkan aku korupsi. Toh, ini bukan untuk diriku sendiri, tetapi untuk sekolah Islam agar bisa berkembang dan mencerdaskan masyarakat di sini
Sekolah menjawab: Aku tak butuh uangmu! Aku dibangun agar menjadi tempat pewarisan ilmu.Biarlah atapku bocor, asal hati anak didik tidak kotor. Biarlah dindingku retak, asal jiwa murid tidak rusak. Biarlah catnya mengelupas, asal para gurunya tetap ikhlas. Keikhlasan para guru mendidik dengan gaji seadanya dan sumbangan halal dari masyarakat kecil membuat ilmu di sini laksana susu yang bersih dan menyehatkan. Sementara hasil korupsimu, laksana darah yang mengotori segala minuman; ia beracun dan mematikan.

Ya Allah... izinkan aku korupsi. Toh, ini tak kunikmati, tetapi untuk membangun rumah sakit agar warga terobati
Rumah sakit menjawab: Aku tak butuh bantuanmu. Aku tak ingin pasienku sembuh dari penyakitnya, tetapi menanggung beban di akhirat sana. Aku tak ingin ada darah yang tercampur uang dosa. Aku tak ingin ada injeksi dari uang korupsi yang membuat Malaikat Rahmat justru lari. Tanpa bantuanmu pun, rumah sakit ini akan tetap beroperasi.

Ya Allah... izinkan aku korupsi. Toh, ini bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk menopang dakwah yang kau cintai
Dakwah menjawab: Aku tak pernah sudi dengan infak hasil korupsi. Tanpa uangpun, aku akan tetap jalan. Selama matahari masih terbit dari timur, selama itu aku bergerak dan takkan pernah hancur. Aku senantiasa memiliki penyeru yang ikhlas, yang tetap berjuang meskipun ekonominya sangat terbatas. Allah akan memenangkan aku walaupun kamu dan orang-orang sepertimu meninggalkanku dan tak pernah membantu. Dana korupsi darimu hanya membuat jarak antara aku dan kemenangan semakin panjang.

Ya Allah... izinkan aku korupsi. Toh, ini untuk membantu orang dhuafa' dari hamba-hambaMu
Kaum dhu'afa menjawab: Kami tak pernah berharap sedekahmu. Jika kami tahu apa yang kau sedekahkan adalah haram, tentu kami akan menolaknya dengan lantang! Kami lebih suka miskin tetapi mudah hisabnya, daripada menerima bantuanmu dan di akhirat ikut ditanya, ikut menanggung resikonya. Kami lebih suka menahan lapar, daripada di akhirat tubuh kami dibakar. Kami lebih suka menahan dahaga, daripada meminum panasnya timah di neraka. Kami lebih suka kurus kerontang, daripada gemuk dari korupsi yang neraka lebih berhak atasnya.

Allah SWT berfirman:
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS. Al Hajj : 37)

“Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri, meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya.” (QS. Al-Qiyamah:14-15). [AM09]

Global March to Jerusalem Makin Dekat, Israel Ketakutan



Konvoi global ke Al Quds atau Global March to Jerusalem (GMJ) semakin mendekati hari H. Ratusan ribu peserta GMJ yang juga semakin dekat dengan Palestina dan jumlahnya terus bertambah, membuat Israel menunjukkan tanda-tanda ketakutan.

Rezim Zionis berupaya menghadang demonstrasi yang akan dilakukan satu juta hingga dua juta orang itu agar tidak sampai melintasi perbatasan Palestina. Seorang pejabat tinggi rezim Zionis menyatakan bahwa Tel Aviv telah memperingatkan para peserta konvoi GMJ untuk tidak melintas perbatasan Palestina pendudukan dan menekankan bahwa Israel akan menindak tegas setiap pelanggarnya.

Sementara itu, panitia GMJ kembali menegaskan bahwa Global March to Jerusalem adalah aksi damai.

"Ini merupakan sebuah gerakan rakyat dan bersifat damai untuk memprotes berlanjutnya proyek yahudisasi kota suci al-Quds," kata anggota Komite Koodinasi GMJ, Mohammad Moed.

Jika Israel bersiap mengambil tindakan militer terhadap aksi damai ini, tidak lain itu merupakan ketakutan negara zionis itu.

"Mengingat gerakan ini untuk memprotes keberadaan ilegal Zionis di kawasan, kita menyaksikan manuver-manuver gila Israel dan ancaman-ancaman mereka terhadap negara-negara di kawasan," tegas Moed.

Global March to Jerusalem merupakan aksi damai yang bertujuan untuk menyuarakan bahwa pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan Israel melalui pendudukan terhadap Al-Quds adalah kejahatan kemanusiaan. Melalui GMJ, diharapkan yahudisasi Al Quds dan praktek pembersihan etnis melalui pembangunan tembok pemisah dan pembangunan pemukiman Yahudi bisa dihentikan. Selain umat Islam yang menjadi peserta mayoritas, GMJ juga diikuti oleh kalangan non Muslim.

Beberapa hari yang lalu, Koordinator Umum GMJ, Dr. Ribhi Halum mengatakan, sekitar dua juta aktivis dari 80 negara siap menuju Al Quds, yang akan diberangkatkan dari empat negara Arab yang berdekatan dengan Palestina.

“Para delegasi internasional sudah berangkat dari negeri mereka masing-masing menuju negara-negara tersebut untuk ikut dalam GMJ yang akan diberangkatkan dari sana bertepatan dengan hari bumi Palestina yang jatuh pada tanggal 30 Maret," kata Halum. [IK/Rpb/bsb]

Warga Sumatera Utara Dukung HNW Pimpin DKI

Islamedia

- Forum Masyarakat Sumatera Utara di Ibukota menyatakan dukungannya terhadap Calon Gubernur/Wakil Gubernur DKI Jakarta, Hidayat Nur Wahid (HNW)-Didik Rachbini dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta 2012.

Demikian disampaikan Plt Gubernur Sumut Gatot Pujonugroho dalam acara silaturahim dengan sejumlah perwakilan negara-negara sahabat dan tokoh masyarakat Sumatera Utara di Medan, seperti diberitakan Sumut Pos (Grup JPNN).

Lebih lanjut Gatot mengatakan, dalam waktu dekat, Forum Masyarakat Sumut DKI Jakarta akan menyelenggarakan pertemuan di Jakarta dalam menyikapi Pemilihan Gubernur DKI, Jakarta. Forum Masyarakat Sumut memandang perlu kepemimpinan berkarakter, bersih, dan menghargai kebhinnekaan di Ibukota.

’’Sosok tersebut bisa ditemukan dalam diri Doktor Hidayat Nurwahid,’’ tegas Gatot. Menurut Gatot, komunitas Sumut di DKI cukup besar populasinya sekitar delapan persen dari penduduk Jakarta. Dari sisi pengaruh, masyarakat Sumut di Jakarta memiliki peran dan pengaruh penting dalam percaturan nasional. Sehingga dukungan bagi gubernur yang bersih dan profesional bagi kepemimpinan di DKI Jakarta akan sangat besar pengaruhnya.

Sementara itu Sekretaris Bidang Politik Kedubes Australia, Julian Boweyn yang hadir dalam pertemuan tersebut menyatakan pujiannya bagi Hidayat Nurwahid yang ia nilai mewakili sosok bersih, peduli, dan profesional. Menurut Julian, tiga hal tersebut merupakan modal penting bagi semua partai politik di manapun di dunia ini.

’’Kami memandang baik PKS dan juga Hidayat yang telah banyak memberi pengaruh positif bagi perkembangan demokrasi di dunia Islam, khususnya di Timur Tengah,’’ tutur Julian.

Julian berharap, Hidayat mampu memberi warna baru dalam kepemimpinan di Indonesia, khususnya jika terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta. Sehingga bisa mewujudkan perubahan menuju masyarakat yang lebih baik dan sejahtera,’’ pungkasnya.(jpnn)

Senin, 19 Maret 2012

Abaikan Sanksi AS, Perusahaan Minyak Jepang Lanjutkan Kontrak dengan Iran



REPUBLIKA.CO.ID, Showa Shell Sekiyu KK, perusahaan terbesar pelanggan minyak mentah Iran di Jepang, sedang bernegosiasi dengan Teheran guna mencapai kesepakatan mengenai perpanjangan kontrak pembelian minyak mentah tahunannya.

Perusahaan yang mengoperasikan kilang penyulingan minyak terbesar kelima di Jepang itu membeli sekitar 100 ribu barel minyak mentah Iran per hari, dan telah mengirim delegasi ke Teheran untuk menandatangani kesepakatan baru dengan Perusahaan Minyak Nasional Iran (NIOC) untuk kontrak 2012.

Seorang pejabat perusahaan itu yang menolak menyebutkan nama mengatakan, Showa Shell menghadapi masalah pembayaran minyak yang dibeli dari Teheran, akibat sanksi yang dijatuhkan terhadap Iran oleh AS dan Uni Eropa.

Sumber itu menambahkan bahwa NIOC dan Showa Shell belum mencapai kesepakatan pada 2012, karena itu rincian lebih lanjut termasuk volume sedang dibahas.

Pada 20 Februari lalu, Showa Shell mengumumkan bahwa mereka akan melanjutkan impor minyak mentah dari Iran meski sanksi Barat.

Di lain pihak, Presiden Showa Shell Sekiyu KK, Jun Arai mengatakan, "(Iran) merupakan sumber penting minyak mentah bagi Jepang serta perusahaan kami, dan kami akan menunggu petunjuk pemerintah tentang masalah ini."

Sementara itu, seorang pejabat di Showa Shell mengatakan kepada Reuters bahwa perusahaan dan Shell adalah perusahaan terpisah dan masing-masing menandatangani kontrak yang berbeda dengan Iran dalam mengimpor minyak mentah dari negara itu.

Iran merupakan negara pemasok minyak mentah ke Jepang terbesar keempat dan suplai minyak dari Iran merupakan 8.8 persen dari total minyak mentah Jepang pada 2011.

Angin Kencang Hancurkan Belasan Kios di Rajeg



Akibat diterjang angin kencang, belasan kios di wilayah Desa Sukamanah, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang menghancurkan bagian atap kios-kios tersebut, Senin (19/03/2012).
Beruntung tidak ada korban dalam peristiwa runtuhnya atap kios tersebut. Karena peristiwa itu terjadi pada dini hari.
Diduga selain karena angin bertiup kencang, kontruksi kios tidak sesuai standar. Tampak di lokasi meski telah menggunakan rangka baja pada bagian atap, tetapi bangunan salah satu kios itu yang menjual sepatu itu luluh lantak rata dengan tanah. “Padahal baru dibangun 5 bulan lalu,” ujar Tomie, salah seorang keamanan kios kepada TangerangNews.com.

Tomie mengaku, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, Senin (19/03/2012). “Untung saja, jadi tidak ada korban. Atapnya ada yang terbang juga,” katanya.

Sedangkan Heri salah seorang penyewa kios mengungkapkan, dirinya sangat kecewa dengan bangunan kios yang dinilainya begitu rapuh.

”Angin memang kencang, tetapi saya pikir ini juga tak terlepas dari permasalahan bangunan yang tidak sesuai standar,” terangnya. Dilokasi, tampak petugas Polsek Rajeg Kabupaten Tangerang sudah memasang garis polisi. (TYO)

tvOne bertanya: Bagaimana cara PKS mendidik kader-kadernya agar tidak korupsi?



Selasa (6/3) pukul 10.30 WIB TvOne secara live mewancarai Dr. H. Mardani Ali Sera, M.Eng. anggota DPR RI dari PKS Komisi VII yang juga jubir (juru bicara DPP PKS) seputar Rakornas PKS. Selain tema Rakornas, host TvOne juga menanyakan seputar komitmen dan sistem PKS dalam mencegah kader-kadernya agar tidak korupsi.

Berikut kami kutip hasil transkrip wawancara Live tersebut:

Host:

Tadi PKS menyatakan korupsi adalah bahaya laten, terus bagaimana cara PKS mendidik kader-kadernya agar tidak korupsi?

Mardani:

Kami bersyukur kader PKS tidak ada yang jadi tersangka kasus Korupsi. Kami syukuri itu tapi kami tdk akan jumawa.


Diantara yg kami lakukan, setiap kita punya kewajiban setiap bulan mendeklarasikan penghasilan kita berapa. Kayak saya, saya sekarang mendapat amanah jadi anggota dewan, itu harus terbuka. Gaji anggota dewan dipotong 20 juta untuk kas partai. Sisanya ada infaq, ada zakat 2,5 %, infaq 1% untuk teman-teman yang sakit, jadi total penghasilan itu dipotong 7 % lagi. Itu harus ketahuan. Karena kata Nabi, dosa itu sesuatu yg kamu tdk ingin orang lain ketahui. Kalau kita mulai menutup-nutupi penghasilan berarti kita mulai ada hal yg tdk ingin diketahui org lain, kalau kita ingin ada hal yg ditutupi berarti kita patut dipertanayakan: darimana?

Karena kata nabi, tdk melangkah kaki kita di hari akhir nanti kecuali ditanya lima hal, dan untuk harta itu spesifik, darimana dan kemana. Jadi kita coba dilembagakan di PKS sendiri untuk transparansi keterbukaan, bab penghasilan ini dibuka.

Host:

Dimulai dari kader atau dari tingkat mana?

Mardani:

Semuanya, semua kader, dan tingkat pimpinan mencontohkan.

Host:

Jadi menurut bapak peran agama adl yg paling kuat? (untuk cegah korupsi)

Mardani:

agama dan prinsip-prinsip transparansi keterbukaan kejujuran.

Wow, Dana Amal PKS Setahun Capai Rp 300 Miliar



BANDUNG —- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam setahun mampu mengumpulkan dana amal dari para kadernya sekitar Rp 300 miliar. Dana itu, selain dari pemotongan gaji politisi PKS yang menjadi anggota dewan, juga hasil dari sumbangan simpatisan, serta beragam aktivitas yang digelar partai.

“Dana charity kami lebih 300 miliar per tahun. Tapi tidak cukup untuk membiayai roda organisasi PKS,” ujar Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta dalam diskusi 'Partai Politik Masih Perlu Ga Sih? Mencari Akar dan Solusi Korupsi Politik'. Acara tersebut dihelat Harian Republika bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri di Universitas Padjadjaran (Unpad), Ahad (18/3).

Menurut Anis, setiap anggota Fraksi PKS DPR, gajinya setiap bulan dipotong Rp 20 juta. Untuk DPRD provinsi dipotong Rp 6 juta per bulan, dan potongan Rp 2 juta per bulan bagi DPRD kabupaten/kota. Adapun kalau kader PKS mendapat honor tambahan, imbuh dia, maka diberlakukan sumbangan absolut kepada partai sebanyak puluhan persen.

Meski dana yang berhasil dikumpulkan cukup banyak, Anis mengaku pengeluaran PKS lebih besar dari itu. Karena itu, pihaknya mengusulkan agar ada anggaran yang diambil dari APBN untuk dialokasikan kepada partai.

Tujuannya, kata dia, agar parpol bisa hidup normal dan tidak mencari pembiayaan lewat jalur ilegal. “Perlu ada kontribusi APBN untuk program pendidikan dan pengkaderan parpol. Ini agar politisi yang duduk di DPR bisa berperan memperjuangkan aspirasi rakyat,” saran wakil ketua DPR tersebut. [REPUBLIKA]

Jumat, 16 Maret 2012

Khalfan: Jika Ikhwanul Muslimin Kuasai Suriah, Arab Pecah Jadi Dua

Nama Dhahi Khalfan tiba-tiba menjadi populer di dunia Islam dan internasional. Pasalnya, Kepala Kepolisian Dubai itu berkali-kali melontarkan pernyataan kontroversial tentang Ikhwanul Muslimin.

Setelah beberapa kali menyerang Ikhwan dan mengancam akan menangkap Yusuf Qardhawi, Khalfan mengeluarkan pernyataan terbaru bahwa jika Suriah dikuasai Ikhwan, maka Arab akan terbagi menjadi dua, yaitu negara yang mendukung Ikhwan dan negara yang menolaknya. Demikian lansir harian As Syuruq Aljazair, Kamis (15/3).

”Tak ada jalan lain kecuali meyakinkan Bashar bahwa jalan sudah buntu di hadapannya. Namun wajib bagi Arab untuk tidak menyerahkan Suriah ke tangan Ikhwan dan juga wajib bagi Suriah untuk tidak memberikan negaranya kepada Ikhwan. Karena jika Suriah dikuasai Ikhwan maka Arab akan terbagi menjadi dua, yang mendukung Ikhwan dan yang menolaknya,” kata Khalfan dalam wawancara panjang dengan wartawan harian itu.

Khalfan menambahkan Ikhwan dulunya adalah organisasi. Namun saat ini Ikhwan telah menjadi negara. Ketika Ikhwan menjadi negara, maka siapa yang berhubungan dengan negara-negara Ikhwan ia akan menjadi pekerjanya.

Sebelumnya, Khalfan pernah mengeluarkan pernyataan bahwa Ikhwan sangat berbahaya, melebihi Iran. Kemudian ia mengeluarkan pernyataan lagi akhir Februari lalu bahwa negara Teluk merasa terancam dengan kehadiran Ikhwan. Yang tidak kalah "mengejutkan", Khalfan pada awal bulan ini mengancam akan menangkap Ketua Persatuan Ulama Islam Internasional yang juga tokoh Ikhwan, Syaikh DR. Yusuf Qardhawi. [IK/Hdy/bsb]


OASE

SYARIAH

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan